Beranda PRO DESA Warga Tanami Sungai Cibitung, Mengering Akibat Kemarau Panjang

Warga Tanami Sungai Cibitung, Mengering Akibat Kemarau Panjang

33
0
EKO SETIONO/PASUNDAN EKSPRES KEKERINGAN: Warga Desa Kayuambon Lembang harus membuat sumur artesis akibat kesulitan air bersih, kemarin.

BANDUNG BARAT– Keberadaan Sungai Cibitung yang sudah mengering, dimanfaatkan sebagian warga Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat untuk menanam berbagai jenis sayuran.

Salah satu petani setempat Herman, 56, mengaku kekeringan di wilayahnya sudah terjadi selama tiga bulan terakhir. Selama itu, hujan tidak pernah turun sehingga air di sungai Cibitung jadi mengering.
“Kekeringan di sungai ini kami manfaatkan untuk menanam segala jenis sayuran seperti cabai merah, mentimun dan kacang-kacangan,” kata Herman, kemari

Herman mengatakan, setiap tahun saat sungai Cibitung mengering, hampir semua warga yang tinggal di bantaran sungai memanfaatkan kondisi itu dengan menanam segala jenis sayuran. Walau demikian, kata dia, tak semuanya bisa dipanen karena biasanya waktu panennya hampir mendekati musim hujan.

“Sudah tiga tahun ini saya menanam sayuran di sungai saat airnya tidak ada. Tapi terkadang tidak semuanya bisa dipanen, karena sebelum panen, air sungai biasanya datang karena turun hujan,” bebernya.

Dia mengatakan, dari tiga jenis sayuran yang ditanam di sungai Cibitung, saat ini, baru tanaman mentimun saja yang sudah bisa dipanen. Sementara yang lainnya, kemungkinan baru beberapa bulan ke depan bisa dipanen. Herman khawatir jika tahun ini terjadi kemarau panjang, sebab sumber air sudah tidak ada lagi. Namun begitu, dia juga akan bersyukur karena semua jenis tanamannya bisa dipanen.

“Saya bersyukur saja kalau musim kemarau masih berlangsung lama, biar semuanya bisa dipanen, soalnya panen cabai baru sekitar 5-6 bulan lagi. Beda dengan mentimun, hanya butuh tiga bulan sudah panen,” tuturnya.

Selain melanda wilayah Cililin, kemarau juga sudah terjadi di wilayah Lembang, sejumlah sumur warga mulai mengering sehingga mereka sulit mendapatkan air bersih. Agar masih mendapat pasokan air, beberapa warga bahkan harus membuat sumur artesis.

Seorang warga Desa Kayuambon Lembang Raden, 38, mengatakan, tiap kali kemarau panjang, warga di wilayahnya kesulitan mendapatkan air bersih. Padahal, Lembang berada di Kawasan Bandung Utara (KBU) yang mestinya air dengan gampang didapat.

“Warga belum membuat permohonan bantuan air bersih melalui BPBD, karena yang terdampak kekeringan akibat sumur mengering juga belum terlalu banyak. Paling upaya warga dengan membuat sumur baru, saya salah satunya,” kata Bagja.(eko/ded)