Beranda KARAWANG Warga Resah dengan Aktivitas Truk Besar

Warga Resah dengan Aktivitas Truk Besar

83
0
AEF SAEPULOH/PASUNDAN EKSPRES TIMBULKAN KERESAHAN: Penyelesaian ganti rugi truk Tanki pengangkut semen bernomor polisi W 8310 UP milik dari PT. Dwi Raksa terguling dua pekan lalu belum kunjung selesai.

KARAWANG-Sebanyak tiga kepala keluarga (KK), di Desa Tamansari, Kecamatan Pangkalan masih mengungsi di rumah kerabatnya. Sampai saat ini 3 rumah mereka masih luluh lantak setelah sebuah truk Tanki pengangkut semen bernomor polisi W 8310 UP milik dari PT. Dwi Raksa terguling dua pekan lalu.

Kuasa Hukum Korban, Maitos Hendra mengungkapkan sampai saat ini belum ada penggantian ganti rugi dari perusahaan yang pemilik kendaraan tersebut. Selama ini, keinginan korban yang meminta ganti rugi kepada pihak perusahaan belum mendapatkan kesepakatan yang diinginkan oleh korban.

“Kita sudah melakukan mediasi. Tetapi pertanggungjawaban ganti rugi yg ditimbulkan dengan kecelakaan ini belum tercapai. Saya berharap pihak PT Dwi Raksa menangapi kerugian rumah tinggal klien saya yg hancur akibat kecelakaan ini dan juga pihak PT. Jui-Shin selaku yg mempunyai barang agar dapat membantu penyelesaian ini secepatnya,” ungkapnya.

Sementara itu, warga setempat mengaku akan mendatangi Pemkab Karawang untuk meminta menghentikan aktivitas kendaraan truk-truk besar yang melintas di wilayahnya.

“Kami sangat prihatin dengan kejadian yang menimpa terhadap warga kami. Kami sudah sepakat akan menggelar aksi ke Pemkab Karawang untuk menghentikan aktivitas truk-truk besar ini. Pasalnya jalan yang dilintasi tidak layak untuk kendaraan besar,” kata Odoy salah satu tokoh pemuda setempat.

Sementara, Nasuri meminta agar pemerintah daerah untuk tegas menindak sejumlah kendaraan bermuatan besar yang melintas di Jalan Badami-Loji.

“Sebelum masyarakat marah. Tolong tegakan aturan sesuai dengan undang-undang no 22 tahun 2009 tentang lalulintas angkutan jalan,” timpalnya.(aef/tra)