Beranda SUBANG Warga Rancadaka Temukan Bayi Baru Lahir di Area Pesawahan

Warga Rancadaka Temukan Bayi Baru Lahir di Area Pesawahan

119
0
LOKASI: Kapolsek Pusakanagara, Kompol Syahidin menunjukan lokasi penemuan bayi baru lahir di wilayahnya.
YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES

PUSAKANAGARA-Warga Desa Rancadaka digegerkan dengan penemuan bayi. Bayi yang diduga baru lahir tersebut pertama kali ditemukan Niskem, 40, warga setempat di area pesawahan tak jauh dari rumahnya, Kamis (10/5) pagi.
Hal tersebut dibenarkan Kapolsek Pusakanagara, Kompol Syahidin. Menurut Syahidin, penemuan bayi baru lahir terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. Saat itu ia mendapat laporan dari Bhabinkamtibmas Desa Rancadaka Bripka Setiawan yang melaporkan penemuan bayi.
Setelah mendapat laporan, ia bersama jajarannya langsung mendatangi lokasi guna mengkonfimasi dan mengcek langsung tempat kejadian perkara. Ia langsung mengumpulkan informasi dari saksi, warga masyarakat serta tokoh masyarakat sekitar mengenai lokasi kelahiran.
Syahidin menyebutkan, bayi dengan tali ari-ari masih menempel ditubuh itu ditemukan oleh seorang warga bernama Niskem yang akan menuju area pesawahan.
“Saat lewat dia mendengar suara bayi, setelah melihat ditemukan bayi, ia langsung memberi tahu sodaranya Warsinih dan Satiri” kata Kompol Syahidin
“Setelah sampai disana memang betul ada di rumah warga dan diamankan di rumah wakil dusun,” tambahnya.
Dari penemuan itu, bayi terlebih dahulu dibawa ke rumah suami istri bernama Warsinih dan Satiri yang tidak jauh dari lokasi ditemukannya bayi untuk dimandikan.
Kapolsek langsung menginstruksikan untuk membawa bayi tersebut ke Puskesmas Pusakanagara guna menyelamatkan bayi.
“Setelah diamankan di incubator sudah aman positif langsung dilaporkan pada pimpinan (polres),” jelas Kompol Syahidin.
Ia lalu terus menggali informasi di lapangan. Tak berselang lama, Kompol Syahidin mendapat informasi bahwa ada warga yang melihat seorang wanita bunting sebelumnya. ”AS melihat lagi sudah tidak lagi bunting. Dan kelihatan juga ada bekas darah dibaju dan kakinya,” jelas Kompol Syahidin.
Bayi tersebut ditemukan seorang diri tanpa ada siapapun dalam keadaan hidup di area pesawahan milik Yaroh yang berada di blok 19 panenjoan Dusun Raksandaka RT 08 RW02 Desa Rancadaka, Kecamatan Pusakanagara.
Menurut Kompol Syahidin, ada saksi bernama Mukri, warga Desa Rancadaka RT 06 RW 02 melihat ada seorang wanita yang berjalan kaki dengan bukti darah di baju dan kakinya.
Tidak hanya itu, saksi lain yakni Uswatun bin Rakiyah melihat ada seorang wanita yang tadinya hamil dengan perut besar, namun sekarang kempes.
“Baju dan kakinya darah terlihat seperti habis melahirkan,” jelas Kapolsek.
Setelah ditelusuri dan informasi yang didapat, Kapolsek Pusakangara memastikan bahwa ibu bayi tersebut bernama Sobaroh, warga Dusun Sukamahi RT 26 RW 07 Desa Rancadaka. Wanita berusia 40 tahun itu diketahui mengalami gangguan jiwa. Setelah dilakukan pengumpulan informasi, Kompol Syahidin juga menjelaskan bahwa wanita bernama Sobaroh ini tinggal sebatangkara di rumah kosong di Rancadaka.
Kompol Syahidin mengatakan saat ini kondisi bayi dalam keadaan baik setelah dilakukan tindakan medis terlebih dahulu di Puskesmas Pusakanagara. Ia juga meminta kepada Kepala Desa, Tokoh Masyarakat serta Bidan Desa di Desa Rancadaka untuk merawat bayi tersebut demi kemanusiaan.
Bahkan Kompol Syahidin sendiri sempat memberikan beberapa perlengkapan bayi seperti sarung, selimut serta susu pada bayi dan mengumandangkan adzan serta iqomah saat bayi berada di Puskesmas Pusakanagara.
Sementara itu, warga sekitar tempat tinggal Sobaroh Ozi Effendi mengatakan bahwa wanita tersebut memang sudah lama mengalami gangguan jiwa. Sehari-harinya Sobaroh sering berjalan kemana-mana, namun pulang tetap ke wilayah Dusun Sukamahi.
“Sehari-hari memang gitu, kalau lagi kumat kadang ngamuk, rusakin apa, pecahin kaca,” bebernya saat ditemui Pasundan Ekspres dikediaman Sobaroh
Kepala Dusun Sukamahi, Wa`jum membenarkan bahwa Sobaroh adalah warganya. Ia mengatakan bahwa Sobaroh memang warga asli daerahnya. Sebab ia lahir dan tinggal di Dusun Sukamahi Desa Rancadaka. “Kalau udah ngamuk mah ga ada yang berani, sudah stress dari puluhan tahun lalu, ia sebatang kara, punya kakak tapi tidak tahu tinggal dimana,” terangnya.
Lalu, Warsinih yang mengamankan bayi tersebut, mengaku kasihan terhadap bayi tersebut meski sebelumnya saat ia mendapat kabar penemuan bayi ia merasa takut.
“Awalnya takut, masih hidup atau engga, tapi setelah itu melihat bayi laki-laki itu langsung bawa saja ke rumah untuk dimandikan,” imbuhnya.
Warsinih sendiri mengaku siap untuk merawat bayi tersebut. Sebab, ia sendiri telah berumah tangga cukup lama namun belum dikaruniai seorang anak.
Dalam menangani kasus ini, pihak Polres Subang melalui Polsek Pusakanagara tengah melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial serta Rumah Sakit untuk menetukan si ibu dari anak tersebut alami gangguan jiwa atau tidak. Pihak Kepolisian juga tengah melakukan penyelidikan pada pelaku yang diduga menghamili wanita bernama Sobaroh tersebut. (ygi/din)