Beranda BANDUNG Wah, Ada Penampakan Dayang Sumbi di Hutan Pinus

Wah, Ada Penampakan Dayang Sumbi di Hutan Pinus

114
0
EKO SETIONO/PASUNDAN EKSPRES PENTAS SENI: The Lodge Maribaya dan Nawula Peformance menampilkan pentas seni drama tari Sangkuriang.

LEMBANG– Dayang Sumbi, perempuan cantik yang ada pada legenda sangkuriang, menunjukan penampakannya di the Lodge Maribaya, Lembang

Melalui Pentas drama tari Sangkuriang, Dayang Sumbipun hadir, pentas tersebut menjadi andalan baru di The Lodge Maribaya, sebagai wujud untuk memperkenal wisata budaya Jawa Barat.

Penampilan Nawula Peformance ditengah hutan, menjadi sajian yang akan memukau para pengunjung the lodge Maribaya. Legenda Sangkuriang yang sangat akrab dengan masyarakat tanah Parahyangan. Cerita rakyat ini mengisahkan Sangkuriang kecil membunuh anjing peliharaannya bernama Si Tumang yang ternyata merupakan ayahnya.

Akan tetapi, Sang ibu Dayang Sumbi, tidak pernah menceritakan kepada Sangkuriang bahwa Si Tumang merupakan jelemaan ayahnya. Sampai pada suatu hari Sangkuriang membunuh Si Tumang, dagingnyapun diberikan kepada ibunya.
Ketika mengetahui Si Tumang dibunuh oleh anaknya, Dayang Sumbipun marah besar setelah Akhirnya Sangkuriang kabur dari rumah dengan kepala terluka setelah dipukul oleh Dayang Sumbi.

Suatu hari, setelah Sangkuriang dewasa, menolong seorang wanita yang tengah diganggu oleh Guryang. Sangkuriang lalu menaruh hati kepada wanita itu. Namun, ternyata wanita itu adalah Ibunya (Dayang Sumbi)

Seolah tak peduli, Sangkuriang tetap ingin menikahi Dayang ibunya sendiri. Namun, Dayang Sumbi tidak tidak menerima begitu saja pria yang tak lain anaknya sendiri. Dayang Sumbi lalu memberikan syarat sulit.

Dayang Sumbi meminta Sangkuriang membuat perahu layar dalam satu malam. Sangkuriang yang mabuk cinta menyanggupinya. Ia membendung Sungai Citarum untuk tempat kapal itu nanti.

Dengan bantuan Guryang yang sebelumnya dikalahkan olehnya, Sangkuriang hampir menyelesaikan perahu sebelum fajar tiba. Dayang Sumbi panik. Akhirnya dia meminta tolong warga membunyikan kentongan seolah-olah pagi sudah tiba.

Sangkuriang gagal. Sangkuriang yang kesal telah gagal lalu menendang perahu buatannya hingga jatuh di atas gunung dan menyatu dengan gunung dan saat ini dikenal dengan Gunung Tangkuban Perahu.

Seusai pentas, sang sutradara Kiki Permana mengatakan, bahwa pesan yang terkandung dalam drama tersebut adalah seoran ibu harus jujur terhadap anaknya, “Pesan yang kami ingin sampaikan dalam drama tari ini adalah kejujuran. Seharusnya Dayang Sumbi sejak awal jujur kepada Sangkuriang bahwa Si Tumang merupakan ayahnya,” katanya

Penampilan drama tari Sankuriang ini, dimainkan oleh warga sekitar, dan seluruhnya baru pertama kali tampil di atas panggung.

“Secara keseluruhan sangat puas dengan penampilan mereka. Karena mereka ini baru pertama kali tampil di panggung,” kata Kiki.

Rencananya drama tari ini akan digelar rutin di The Lodge Maribaya Bandung satu bulan dua kali. Namun, tentunya dengan tema-tema cerita rakyat atau legenda yang berbeda-beda setiap pentasnya.(eko/ded)