Beranda SUBANG Upsus Pajale Tekan Impor Beras

Upsus Pajale Tekan Impor Beras

137
0

COMPRENG- Desa Kiarasari, Kecamatan Compreng menjadi tempat pertama gerakan percepatan tanaman tahun 2018 di Kabupaten Subang. Kegiatan itu dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Kabupaten SUbang, Kodim 0605 Subang, BPTP Balitbang Jawa Barat serta Kementerian Pertanian, kemarin (8/6).

Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Subang Asep mengatakan, bahwa Desa Kiarasari merupakan salah satu desa di selatan Kecamatan Compreng yang paling cepat melakukan pengolahan tanah.

“kita melakukan percepatan tanam, karena bulan ini kan masih tersedia air, agar air nanti tidak berkurang, karena kalau nanti September biasanya air PJT III ada pengeringan untuk pemeliharaan,” ungkapnya ketika detemui Jabar Ekspres.

Asep menjelaskan, percepatan tanaman sendiri dilakukan agar mendorong desa-desa lain di Kecamatan Compreng untuk segera memulai masa tanam padi.

“Kalau kita lebih cepat, minimal kalau tanamannya sudah tua, desa lain juga mengikuti untuk percepatan tanam,” ujarnya

Asep juga menjelaskan sebagai pelaksana program dari pemerintah pusat yakni upaya khusus (Upsus) swasembada pada tiga bidang yakni padi, jagung, dan kedelai (Pajale) pihaknya berusaha mengaplikasikan dengan mendorong dan melakukan gerakan percepatan tanam.

Saat ini katanya, sudah 300 hektare sawah di Kecamatan Compreng yang memulai masa tanam. Lebih lanjut, ditingkat Kabupaten Subang per 8 Juni ini telah mencapai 4720 hektare dari target 24.148 hektare penanaman.

“Jadi kita terus mendorong petani untuk memulai masa tanam, karena saat ini baru tercapai 20% dari target yang ada, kaitannya dengan ketersediaan pangan juga,” bebernya.

Sementara itu Ketua Kelompok Pengkaji Budidaya Pertanian BPTP Balitbang Jawa Barat Ir Hendi Supriyadi menambahkan , saat ini pihaknya sedang melakukan pendampingan program Upsus Pajale yang tengah difokuskan di Kabupaten Majalengka dan Subang.

“Kami selalu mendampingi kegiatan pencapaian realisasi, terutama dalam hal pendampingan penyediaan teknologi dalam hal seperti teknologi legowo, legowo 5 yang tengah kita galakkan,” tandasnya.

Hendi menjelaskan, program tersebut merupakan salah satu upaya mencapai dan meningkatkan produktivitas tanaman pangan di Jawa Barat. “tujuan akhirnya pemerintah kita kan menargetkan untuk swasembada pangan, terutama penyediaan beras,” jelasnya.

Ia melanjutkan, bahwa gerakan Upsus Pajale juga sebagai upaya menekan gerakan impor. Ia mengakui, disatu sisi ada pihak-pihak tertentu yang ingin beras impor tapi satu sisi lain Kementan dengan adanya impor itu bisa mengurangi kinerja petani.

“ Oleh karena itu dengan adanya gerakan percepatan tanam padi ini, kami lakukan upaya percepatan disemua kabupaten di Jawa Barat untuk swasembada tadi” imbuh Hendi.

Danramil Pusakanagara Kapten Maali menambahkan bahwa keterlibatan TNI dalam hal ini Babinsa nya merupakan pengejawantahan dari MoU yang sudah dilakukan dengan pimpinan ditingkat pusat.

“Kami selaku mitra dari pertanian melalui Babinsa di tingkat bawah mendorong kepada para petani untuk sudah panen tidak terlalu lama mengolah kembali sawahnya,” kata Kapten Maali

Ia berharap dengan adanya gerakan percepatan tanam ini dan dengan kondisi air yang masih mengalir, pihaknya mendorong semua petani dan kelompoknya untuk segara melakukan penanaman padi.(ygi/dan)