Beranda KARAWANG Unjuk Rasa Calon Kepala Sekolah Batal

Unjuk Rasa Calon Kepala Sekolah Batal

67
0

KARAWANG-Rencana demo ratusan calon kepala sekolah ke kantor Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karawang yang dilaksanakan pada Selasa (15/5) mendadak batal. Hal ini dilakukan setelah adanya komunikasi dengan Kepala Disdikpora, Dadan Sugardan dengan forum komunikasi calon kepala sekolah dan adanya dugaan penggembosan dari para pengurus PGRI Karawang.

Ketua Forum Komunikasi Calon Kepala Sekolah Karawang Asep Saepudin memberitahukan jika rencana aksi demo hari ini, Selasa (15/5) batal dilakukan. “Dengan sangat menyesal aksi 155 untuk 512, selasa 15 Mei 2018 ditangguhkan (dijadwal ulang),” ujar Asep.

Asep mengaku batalnya aksi demo secara mendadak ini lantaran adanya aksi teror, sehingga menganggu stabilitas keamanan nasional. Selain itu, sudah adanya hasil negosiasi dengan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Karawang Dadan Sugardan.

“Dan juga menghargai datangnya bulan suci ramadhan,” katanya.

Selain itu, aksi itu diduga aksi demo calon kepala sekolah ini nampakanya membuat gerah pengurus PGRI Karawang. Bagimana tidak, secara serempak calon kepala sekolah yang notabene peserta aksi demo ini mendapat pesan singkat dari pengurus PGRI kecamatan, yang berisi larangan untuk tidak ikut aksi demo.

Sementara itu, Ketua PGRI Karawang, Nandang Mulyana menyatakan itu hanya miss komunikasi saja. Lagipula SK calon kepala sekolah itu bisa digunakan untuk mengikuti PPG (Pendidikan Profesi Guru) agar bisa mendapatkan tunjangan profesi.

“Kalau guru dapat tunjangan profesi hebat kan?,” singkatnya ketika di wawncara usai rapat dengan bupati di gedung Singaperbangsa.

Sebelumnya, ratusan calon kepala sekolah bakal menggelar aksi unjuk rasa dikantor Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga Kabupaten Karawang, itu merupakan buntut kekecewaan calon kepala sekolah lantaran sejak seleksi kepala sekolah sejak Juni 2016 hingga saat ini tidak jelas kepastiannya.

Ditambah, adanya dugaaan keterlibatan Ketua PGRI Karawang Nandang Mulyana memuluskan kebijakan kepala sekolah yang habis masa jabatan untuk diperpanjang kembali, tanpa melakukan seleksi. (use/tra)