Beranda BANDUNG UMKM Teruji Hadapi Krisis Ekonomi

UMKM Teruji Hadapi Krisis Ekonomi

34
0
ASEP ZAINAL MUTAQIN/PASUNDAN EKSPRES BUKA ACARA: Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Maman Sunjaya saat membuka Sosialisasi Peraturan Bupati Bandung Barat tentang Pemberdayaan Usaha Mikro, di Lembang.

Pelaku Diminta Ikuti Perkembangan Zaman

LEMBANG – Pada tahun 1998 silam, Indonesia pernah mengalami krisis ekonomi akibat perubahan pemerintahan dan kondisi keamanan ibu kota yang mencekam. Sehingga berdampak pada melonjaknya nilai tukar dolar pada saat itu.

Namun mata dunia terbelalak seolah tidak percaya karena Indonesia mampu bertahan dan bangkit dari krisis tersebut, tidak seperti kondisi negara lainnya yang hancur akibat terkena krisis serupa.

Ternyata ada satu sektor ekonomi yang membuat Indonesia bertahan, bahkan sektor tersebut tidak terpengaruh sama sekali oleh krisis yang menjadi momok bagi bangsa ini. Sektor tersebut adalah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Maman Sunjaya menjelaskan bahwa sektor UMKM sama sekali tidak terpengaruh oleh krisis. Pasalnya, para pelaku UMKM tidak berhubungan dengan dolar ataupun fluktuasi saham, sehingga mereka mampu menghadapi krisis dan tetap bertahan hingga kini.

“Karena yang mereka tahu adalah hanya tentang cara bagaimana usahanya tetap berjalan dan meraih keuntungan sebesar-besarnya dengan memanfaatkan tenaga kerja lokal yang berasal dari lingkungan sekitarnya,” kata Maman ketika membuka Sosialisasi Peraturan Bupati Bandung Barat Nomor 53 Tahun 2017 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Daerah Kab. Bandung Barat Nomor 5 Tahun 2016 tentang Pemberdayaan Usaha Mikro, di Lembang beberapa waktu lalu.

Bahkan hingga kini sektor UMKM tetap bisa mempertahankan eksistenainya dalam berbagai dinamika serta mampu memperkuat perekonomian bangsa. Agar terus bertahan dan tidak tergerus oleh perekonomian global, Maman meminta para pelaku UMKM, khususnya yang berada di KBB untuk senantiasa mengikuti perkembangan zaman dan memanfaatkan berbagai teknologi guna menopang kelangsungan usahanya,sehingga mampu meraup keuntungan sebesar-besarnya.

“Untuk lebih mengoptimalkan sektor UMKM, proses pengemasan dan pemasaran produk harus dilakukan semenarik mungkin dan menyesuaikan dengan kondisi zaman. Tentu dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Dan penggunaan akses internet menjadi keharusan agar produk UMKM makin dikenal hingga mendunia,” ujarnya.

Menurutnya, hingga saat ini UMKM masih menjadi ektor yang tetap eksis sebagai salah satu penguat perekonomian bangsa. Disamping itu juga mampu menyerap tenaga kerja yang tidak pernah bermasalah seperti dunia industri yang kerap didemo oleh para karyawannya.

“Hanya saja perlu terus dilakukan penguatan dalam aspek pemasaran, legalitas dan permodalan agar UMKM tetap kuat dan jaya,” pungkasnya. (sep/tra)