Beranda PRO DESA Ultra Jaya Pastikan Limbah Tak Berbau Lagi

Ultra Jaya Pastikan Limbah Tak Berbau Lagi

29
0
ASEP IMAM MUTAQIN/PASU PUNYA ALAT BARU: Kepala DLH KBB Apung Hadiat Purwoko bersama HS & E Manager PT Ultra Jata Milk Industri, Tbk dan Trading Company menunjukan Fakta Integritas Kesiapan perusahaan untuk mematuhi peraturan yang berlaku di Ruang Rapat DLH KBB di Komplek Perkantoran Pemkab Bandung Barat di Ngamprah, Senin (4/12).

NGAMPRAH – PT.Ultra Jaya Milk Industri Tbk dan Trading Company memastikan limbah dari pabrik susu yang produksinya, saat ini sudah tidak menyebabkan bau busuk. Hal itu dipastikan setelah dipasang alat-alat baru untuk mengatasi dampak lingkungan yang selama ini dikeluhkan warga sekitar pabrik yang berlokasi di Jalan Raya Cimareme No 131 Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Health, Safety & Environment Manager PT Ultra Jaya Milk Industri, Tbk Maman Khoerudin mengatakan dengan adanya alat-alat tersebut disaptikan limbah yang dihasilkan tidak akan berbau. Adapun alat baru itu dipasang di bak equalisasi 2 unit, bak pre equalisasi 4 unit dan pada bak aerasi 6 unit.

“Alat itu kita pasang sebagai antisipasi bau, sehingga ke depan tidak lagi terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Maman kepada wartawan usai menandatangani fakta integritas di Ruang Rapat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB di Komplek Perkantoran Pemkab Bandung Barat, Senin (4/12).

Pihaknya mengakui jika selama ini ada kendala saat proses produksi. Terlebih ketika mati lampu yang mengakibatkan produksi terganggu dan berpengaruh terhadap instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

“Kami kini memaksimalkan pengolahan IPAL itu dengan memperbaiki peralatan yang rusak serta memasang alat-alat baru,” ujarnya.

Disinggung soal warga yang menuntut Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan pengolahan susu tersebut, Manager HRD & GA PT Ultra Taman Purba mengatakan bahwa terkait tuntutan itu sudah di akomodir oleh Perusahaanya. Bahkan perusahaan telah memberikan bantuan terhadap 26 Posyandu di dua desa sekitarnya, yakni Desa Gadobangkong dan Desa Cimareme.

“Komitmen dengan warga sudah kami penuhi melalui kedua desa itu. Termasuk ajuan perbaikan kantor RW, sudah kami bantu,” ucapnya.

Sementara itu, dalam penandatangan Fakta Integritas tersebut disaksikan oleh Kepala DLH KBB Apung Hadiat Purwoko, Kepala Bidang Pengendalian dan Kerusakan Lingkungan pada DLH KBB Wiriawan dan dari pihak PT Ultra Jaya diwakili Maman Khoerudin, Manager HRD & GA Taman Purba, Utility Manager Tjatur Nugroho, Operation Manager Tata Tirta Utama dan Branch Manager Bandung Tata Tirta Utama Esti S Sukarsa.

Kepala DLH KBB Apung Hadiat Purwoko mengatakan dengan fakta integritas tersebut diharapkan ke depan tidak terjadi lagi, ada limbah yang mengotori masyarakat sekitar. Namun ia cukup berlega hati karena Ultra Jaya telah menyelesaikan persoalan dengan warga sekitar dan memenuhi tuntutan warga.

“Fakta integritas ini bukti keseriusan mereka untuk tetap menjaga lingkungan sesuai dengan ketentuan yang digariskan dalam aturan perundang-undangannya,” kata Apung.

Seperti diketahui, selama ini warga yang berasal dari RW 05, RW 06, RW 08 dan Rw 11 Desa Gadobangkong Kecamatan Ngamprah mengeluhkan bau limbah yang berasal dari pabrik susu tersebut. Hal itu telah terjadi selama puluhan tahun sejak beroperasinya PT Ultra Jaya.

Warga yang tempat tinggalnya tak jauh di sekitar pabrik, tersiksa dengan bau busuk dari aktivitas pengolahan susu di perusahaan itu. Bahkan tak jarang warga sekitar pun kerap melakukan demo menuntut agar perusahaan tersebut menyelsaikan permasalahan bau limbah itu.

“Bau busuk ini sudah mencemari lingkungan kami.Tujuan kita, hanya ingin pabrik ini menyelesaikan bau busuk,” kata Iwan Abdulrahman salah seoarang warga sekitar pabrik belum lama ini. (sep/tra)