Beranda PRO DESA Uji Kompetensi Bisa Lindungi Petani

Uji Kompetensi Bisa Lindungi Petani

25
0
EKO SETIONO/PASUNDAN EKSPRES UJI KOMPETENSI: Duddy R Dewayana tengah menguji salah seorang penangkar benih bawang merah, di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BLPP) Lembang.

LEMBANG– Sejumlah petani bawang merah dari seluruh Indonesia, mengikuti uji kompetensi produsen benih bawang merah, oleh asesor dari Lembaga Sertifikasi Propesi (LSP) Kementrian Pertanian Republik Indonesia, di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BLPP) Lembang.

Ir. Susilo Budiono, koordinator asesor mengungkapkan, untuk mengahadapi era masayarakat ekonomi Asean, profesi penangkar benih bawang merah harus di akui keahliannya oleh pemerintah. Melalui diberikannya sertifikat hasil uji kompetensi yang di uji oleh asesor dari kementrian.

Menurutnya, sertifikasi tersebut wajib dimiliki oleh produsen benih bawang merah. Karena mereka merupakan produsen yang benar benar mampu untuk menseleksi benih yang baik dan berkuaitas.

“Ini kan sudah zamannya perdagangan bebas. Nah kita memberikan pengakuan kepada para petani penangkar benih bawang merah, agar dapat bersing juga dengan para pridusen benih dari luar negeri,”paparnya.

Ir. Nurul Farida, dari LSP pertanian menambahkan, adanya tenaga kerja yang kompeten masuk ke Indonesia sudah tidak lagi dapat dibendung. Oleh karena itu dengan sertifikasi, tenaga kerja Indonesia bisa diakui oleh dunia Internasional.

“Dengan sertifikasi dimaksudkan untuk mempersipakan persingan bahwa tenaga kerja harus punya kopetensi,” jelasnya.

sementara itu, Rasma petani bawang merah asal Cirebon mengakui dengan adanya sertifikasi penangkar benih bawang merah merupakan langkah postif dalam persaingan dengan negara asing.

“Bagus dong, karena pemerintah tidak sembarangan dalam menunjuk produsen benih bawang merah. Sehingga bagi yang telah bersertifikat berarti sudah dapat bersaing dengan produsen benih lain dari luar negeri,” ujar petani bawang merah yang sudah bergelut selama 15 tahun itu. (eko/tra)