Beranda BANDUNG Tiru Penerapan e-Goverment, Pemkab Akan Belajar ke Banyuwangi

Tiru Penerapan e-Goverment, Pemkab Akan Belajar ke Banyuwangi

43
0

NGAMPRAH – Pemkab Bandung (Pemkab) Barat berencana akan melakukan studi banding ke Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur. Hal itu dilakukan dalam rangka penerapan e-Goverment di lingkungan Pemkab Bandung Barat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Maman S Sunjaya mengatakan rencananya studi banding itu akan dilaksanakan pada 10-12 Oktober 2017. Dalam studi banding itu akan menyertakan seluruh Kepala SKPD dan puluhan tenaga administrasi.

“Kita ingin meniru bagaimana penerapan e-Goverment di Banyuwangi dan berharap bisa diterapkan di KBB,” kata Maman kepada Pasundan Ekspres, Kamis (5/10).

Alasan dipilihnya Banyuwangi sebagai tujuan studi banding tak lain karena banyuwangi salah satu kabupaten terbaik se-Indonesia dalam penerapan e-Govermentnya. Selain itu, Banyuwangi merupakan salah satu Kabupaten yang direkomndasi dari Kemendagri dengan penilaian A.

“Kita sudah merintis kerjasama dengan banyuwangi sejak dulu. Konsep ini sudah dari awal, sekarang tinggal implementasinya. Bahkan Pemkab Banyuwangi siap membantu kita,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Maman, pengadaan aplikasi e-Goverment Kabupaten Banyuwangi dinilai paling murah dengan memakan biaya tidak lebih dari Rp8 miliar. Apalagi dalam prosesnya tidak terlalu banyak menggunakan orang atau pihak ketiga, bahkan bisa dilakukan oleh orang pemda sendiri.

“Targetnya, kita ingin penerapan e-Govermnet di Bandung barat sama baiknya dengan Banyuwangi,” ucapnya.

Meski saat ini Pemkab Bandung Barat sudah memiliki aplikasi e-Goverment, namun dalam implementasinya belum bisa terintegrasi dengan seluruh SKPD yang ada di lingkungan Pemkab Bandung Barat.

“Sebenarnya kita sudah punya aplikasinya tapi belum terintegrasi antara satu dinas dengan dinas lain. Nanti aplikasi yang ada akan diganti semuanya dalam rangka penerapan integrasi yang harus sesuai aturan,” ungkapnya.

Disinggung soal kenapa tidak memilih Kota Bandung sebagai tujuan studi banding, Maman menjelaskan bahwa kondisi geografis Kota Bandung tidak sama dengan KBB. Meski sudah ada perjanjian (MoU) dengan Pemkot Bandung, namun masih bersifat parsial yaitu hanya soal perijinan di Dinas Perijinan.

“Bandung barat hampir persis sama dengan Banyuwangi. Baik dari geogafis, jumlah penduduk dan kondisinya. Sedangkan kota Bandung itu jelas sangat berbeda dengan Bansung barat,” jelasnya. (sep/epl)