Beranda BANDUNG The Lodge Maribaya Luncurkan Fairy Garden

The Lodge Maribaya Luncurkan Fairy Garden

90
0

LEMBANG- Jelang masa libur panjang, The Lodge Maribaya Grup meluncurkan objek wisata pendidikan atau edutainment yang ramah terhadap penyandang disabilitas yaitu Fairy Garden, Rabu (6/6).

Objek wisata tersebut tepat berada di depan objek wisata The Lodge Maribaya di Desa Cibodas, Kabupaten Bandung Barat. Kepada media, Heni Smith pemilik The Lodge Maribaya Grup mengatakan jika Fairy Garden merupakan wisata edutainment untuk anak-anak dan orang tua. Katanya, anak-anak bisa mengembangkan kemampuannya selama berada di objek wisata yang dipenuhi oleh berbagai peri.

“Ada berbagai wahana disini. Ada enam peri namun baru ada empat peri karena baru trail opening sejitar 30 persen. Baru Desember grand opening,” ujarnya kepada media di lokasi objek wisata Fairy Garden, Rabu (6/6).

Ia menuturkan, saat ini di Fairy Garden terdapat wahana seperti Art Fairy, Woodland Fairy, Book Fairy dan Flower Fairy. “Di tiap wahana seperti Art Fairy, anak-anak ketemu dengan peri dan main serta belajar tenyang melukis, menggambar dan bisa melakukan kegiatan seni,” katanya.

Dirinya menambahkan, jika anak-anak datang ke wahan flower fairy maka akan diperkenalkan tentang apa itu bunga dan lain-lainnya. Sementara di Book Fairy, anak-anak akan mendengarkan cerita dari talent yang berasal dari buku.

“Kita memberikan cerita di dalam buku itu secara live. Anak kita kurang membaca buku. Kalau di woodland, anak-anak main sebebasnya. Selain itu, anak-anak bisa berfoto dengan para peri,” katanya.

Dirinya mengungkapkan jika konsep objek wisata dengan dipenuhi peri merupakan yang pertama di Bandung dan Indonesia. Katanya, ia memperoleh ide tersebut saat masih kecil yang berkhayal ingin bertemu peri. “Objek wisata ini bisa menampung 5000 sampai 10000 pengunjung namun tidak bersamaan,” ungkapnya.

Heni menegaskan objek wisata Fairy Garden bisa bersaing dengan objek wisata lainnya. Sebab, Fairy Garden memiliki keunikan dan kualitas. Pengerjaan objek wisata tersebut didukung oleh NU Art dan Designer asal Bandung, Deden Siswanto. Tidak hanya itu, objek wisata tersebut ramah disabilitas.

“Ini ramah disabilitas, karena pengalaman saya di tempat wisata lain kadang ada orang tua anak yang disabilitas tidak difasilitasi. Disini jalannya termasuk toilet cuma belum dibangun ramah disabilitas. Termasuk ada gate khusus,” katanya.

Dirinya berharap keberadaan objek wisata Fairy Garden bisa mendorong anak-anak untuk terus berimajinasi dan akhirnya terinspirasi. Katanya, Fairy Garden mulai dibuka besok (7/6) dengan harga trail yaitu Rp 35 ribu bisa menikmati semua wahana kecuali berkuda.

“Lebaran naik jadi Rp 50 ribu dan Desember nanti pas Grand Opening Rp 100.000 ribu kalau sudah lengkap semua wahananya. Kita disini lahannya 4 hektar dan baru dibangun 2 hektar,” ungkapnya. (eko/tra)