Beranda EDUKASIA Terobosan Empat Pelajar Subang Menciptakan Sistem e-Voting

Terobosan Empat Pelajar Subang Menciptakan Sistem e-Voting

104
0
YUSUP SUPARMAN/PASUNDAN EKSPRES BERPRESTASI: Ilham Ibnu Abdillah (kiri) bersama tiga orang temannya yang berhasil membuat sistem e-vooting untuk pemilihan ketua/wakil ketua OSIS SMKN 1 Subang.

Awalnya Digunakan Pemilihan OSIS, Kedepan Bisa Digunakan pada Pilkada

Empat pelajar SMK di Kabupaten Subang kembali membuat terobosan. Mereka bisa menciptakan sistem e-voting yang bisa digunakan untuk pemilihan Ketua OSIS di sekolahnya. Bahkan jika sudah dikembangkan bisa digunakan dalam pemilihan umum atau pilkada. Lalu bagaimana kelebihannya?

YUSUP SUPARMAN, Subang

Electronic voting atau e-voting merupakan metode pemungutan suara dan penghitungan suara dalam suatu pemilihan dengan menggunakan perangkat elektronik. Namun demikian e-voting bukanlah sebuah hal yang baru. Di beberapa negara, seperti Amerika Serikat, e-voting telah digunakan dalam pemilu parlemen. Lalu di Indonesia? Meski sempat ada wacana akan diterapkan dalam pemilu, namun hingga kini belum terealisasi.

Nah, permasalahan tersebut dipahami betul oleh keempat siswa SMKN 1 Subang. Adalah Ilham Ibnu Abdillah, Dian Aldiansyah, Syaripuddin Sulthon dan Wisnu Yudistirawan. Empat siswa kelas XII Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) ini mencoba terobosan baru dalam pemilihan ketua OSIS di sekolahnya. Melihat pelaksanaan pemilihan sebelum-sebelumnya yang masih mengenakan cara manual, mereka terpikirkan untuk merubahnya dengan cara baru. Di era teknologi yang semakin canggih ini, menurut mereka, pemilihan Ketua OSIS harus berbasis teknologi.
“Kami juga ingin membuktikan bahwa OSIS SMKN 1 Subang ini bisa menyesuaikan dengan zaman sekarang ini yang berbasis teknologi,” kata Ilham kepada Pasundan Ekspres, kemarin (1/9).

Selain sebagai media pembelajaran, kata Ilham, sistem e-voting yang mereka buat juga bertujuan untuk menarik perhatian siswa agar berpartisipasi dalam pemilihan ketua OSIS. Dengan begitu para siswi bisa menentukan pilihannya.
Oleh empat siswa ini, proses pengerjaan sistem tersebut menghabiskan waktu selama dua minggu. Setiap orang memiliki perannya masing-masing. Ada yang merancang seluruh sistem agar bisa bekerja, ada yang bagian design, ada juga yang bekerja membuat bagian scan barcode.

Peralatan yang diperlukan antara lain scan barcode, laptop, dan jaringan Local Area Network (LAN), termasuk diantaranya bilik suara.

Pada pelaksanaannya, pemilih tinggal datang menuju tempat pemungutan suara yang disediakan. Setelah itu para siswa akan menerima scan barcode dari panitia. Selaku pemilih, para siswa langsung masuk ke bilik suara. Saat sudah di bilik suara, pemilih tinggal menempelkan scan barcode ke alat scan barcode.
Barulah setelah itu, di laptop akan muncul tampilan nama-nama pasangan calon ketua dan wakil ketua OSIS. Pemilih hanya tinggal mengklik sesuai dengan pilihannya. Lalu setelah itu, mereka keluar dan diberikan tanda bahwa sudah memilih.
“Meskipun baru pertama kalinya menggunakan cara sistem ini, asas Luberjurdil tetap kita jaga,” ujarnya.

Pada saat pelaksanaan, sistem berjalan dengan lancar sesuai dengan perencanaan. Hanya saja terjadi sedikit persoalan pada teknis pelaksanaannya. Salah satunya masih ada pemilih yang masih bingung dengan cara pemilihan.
Merasa berhasil dengan sistem yang telah dibuat, keempat siswa ini berharap ke depannya cara tersebut diberlakukan kembali dalam pemilihan ketua dan wakil Ketua OSIS. Bahkan jika sudah dikembangkan bisa digunakan dalam pemilihan umum atau pilkada.

Namun ada beberapa catatan yang harus dievaluasi. Jika saat ini harus membuat hingga 2.121 scan barcode dari kertas yang jumlahnya cukup banyak. Ke depan harus menggunakan kartu siswa sehingga lebih hemat kertas. Kartu tersebut sudah dimiliki oleh setiap siswa. Tinggal diprogram agar bisa diperuntukan untuk pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS ke depannya.
“Kami berharap sistem e-vooting ini tak hanya dikembangkan di sekolah kami saja, juga bisa dicontoh oleh sekolah-sekolah lainnya,” kata Ilham.

Sementara itu Ketua Pembina OSIS SMKN 1 Subang, Aca Supriatna mengaku bangga dengan karya yang telah dibuat oleh keempat siswanya. Sekolah selalu mendukung inovasi-inovasi yang dilakukan siswa, selama itu positif.

Mengenai sistem e-vooting ini, kata dia, terinspirasi dari sistem di beberapa sekolah lainnya yang sudah mulai mengenakan sistem ini. Termasuk terinspirasi dengan sistem yang diterapkan di luar negeri. Misalnya di Amerika, pemilihan presiden sudah menggunakan teknologi.
“Terinspirasi dari situ, kami terpikir mengapa di sekolah kami yang sudah punya jurusan RPL, mengapa tidak bisa membuat sistem untuk pemilihan ketua OSIS di sekolah,” jelasnya.(*/din)