Beranda HEADLINE Tempat Karaoke Tutup, Warung Nasi Tetap Buka

Tempat Karaoke Tutup, Warung Nasi Tetap Buka

96
0
YUGO EROSPRI/PASUNDAN EKSPRES DEMI KEBUTUHAN: Memasuki hari pertama bulan Ramadhan, seorang pedagang warung nasi tetap membuka usahanya saat siang hari.

SUBANG-Memasuki hari pertama bulan Ramadhan, kemarin (17/5), sejumlah tempat karaoke di Kabupaten Subang dipastikan tak akan beroperasi selama satu bulan. Hal ini seiring dengan kebijakan Pemkab Subang untuk menutup tempat hiburan malam selama bulan Ramadhan. Namun kondisi ini berbeda dengan usaha rumah makan dan sejenisnya. Usaha kuliner ini masih beroperasi saat siang hari.

Plt Bupati Subang, Ating Rusnatim mengatakan, pihaknya sudah mengeluarkan kebijakan khusus mengenai jam-jam operasi bagi rumah makan atau warung nasi. Namun Ating menyerahkan sepenuhnya kepada instansi terkait untuk mengawasi pelaksanaan aturan tersebut.
“Seperti contohnya warung nasi, demi menghormati umat Islam berpuasa, agar tidak buka di pagi atau siang hari. Aturan tersebut sejak tahun-tahun lalu juga diterapkan,” ungkap Ating.

Namun untuk tempat karaoke, lanjut Ating, pihaknya tak memberikan toleransi sedikit pun. Tempat hiburan m

alam diharuskan tutup selama bulan Ramadhan.
Pihaknya berharap semua pihak bisa memberikan tindakan tegas apabila masih ada tempat karaoke yang masih membuka usahanya.
“Tidak ada kata main-main untuk kafe dan tempat karaoke harus tutup sebulan full selama bulan puasa,” tuturnya.

Kasatpol PP Kabupaten Subang, Tatang Supriatna menambahkan, pihaknya sebelumnya sudah mengambil sikap untuk menegakan perda selama bulan Ramadhan. Diantaranya melakukan penertiban PSK, gepeng dan pengamen, karena menganggu ketertiban umum.
“Kita juga sudah memberikan imbauan kepada para pelaku usaha yang dimaksud, agar tidak membuka usahanya pada jam-jam yang ditentukan,” tegasnya.

Sementara itu pemilik warung nasi di Jalan Kapten Hanafiah, Nurhasanah, 42, mengaku tetap membuka usahanya pada bulan Ramadhan. Selain untuk membantu umat Kristiani, hal itu untuk membantu umat Islam yang sedang berhalangan berpuasa.
“Ya banyak juga (umat Islam) yang berhalangan, nah kita sih bantu mereka,” pungkasnya.

Namun demikian, selama bulan Ramadhan, dirinya menutup warung nasinya dengan tirai, sehingga tidak terlihat oleh umum.
“Ya kalau ga dagang gimana mau beli perlengkapan lebaran,” pungkasnya.(ygo/din)