Beranda HEADLINE Tegaskan Tak Terkait Agama, Umat Budha Kecam Pembantaian Etnis Rohingya

Tegaskan Tak Terkait Agama, Umat Budha Kecam Pembantaian Etnis Rohingya

388
0
EKO SETIYONO/PASUNDAN EKSPRES JAGA PERDAMAIAN: Seorang Rohaniawan Vihara Vipassana Graha Lembang bersama aparat kepolisian berjaga di depan Vihara, kemarin (4/9).

LEMBANG– Tragedi kemanusiaan terhadap etnis Rohingya terus menuai reaksi dari berbagai kalangan. Tak terkecuali dari kalangan umat Budha di Kecamatan Lembang, Bandung Barat. Mereka mengecam keras tragedi kemanusiaan yang sudah berlangsung lama tersebut. Tak hanya itu meminta kekerasan tersebut segera dihentikan, umat Budha di Kecamatan Lembang pun menegaskan konflik yang terjadi di Rakhine itu sebetulnya tidak terkait dengan agama.

Rohaniawan Vihara Vipassana Graha Lembang, Sudha Sila menyatakan, konflik di Myanmar sepenuhnya adalah konflik politik dan wilayah. Artinya sama sekali tidak ada hubungannya dengan agama.
“Konfliknya tidak ada kaitan dengan agama. Kami sebagai umat Budha, kalau mengikuti ajaran Budha, tentunya mengecam tindakan anarkis ini, segala bentuk kekerasan adalah dilarang. Sebab agama Budha mengajarkan cinta kasih dengan siapa pun, dengan agama apa pun,” ujar Sudha Sila ditemui di Vihara Vipassana Graha Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Senin (4/9).

Dia mengatakan, seluruh umat beragama, khususnya Budha dan Islam harus bersikap tenang dan tidak terprovokasi dengan isu atau berita yang kebenarannya belum tentu bisa dibuktikan, serta tidak menyebarkan ujaran kebencian dan menyaring semua informasi yang beredar di media sosial. “Jangan sampai terjadi gesekan dan tindakan yang menjerumus pada anarkis,” katanya.

Dia menyatakan, jika memang ada satu atau dua pemuka agama yang bersuara, tentunya tidak bisa disebutkan mewakili suatu agama. Contohnya saja, jika suatu ormas mengeluarkan statement, tentu saja statement tersebut bukan atas mewakili agama tertentu.

Oleh karena itu, dia meminta kebersamaan antar umat di Indonesia yang selama ini terjaga harus terus dipertahankan. Umat Budha harus bisa menyikapi konflik di Rakhine State dengan hati tenang dan damai. Justru yang harus disikapi, jelas dia, adalah kelompok yang cenderung radikal dan menyebarkan isu sepihak yang kurang tepat.
“Seperti contoh, kita lihat di media sosial, umat Budha katanya membantai umat muslim, itu sangat tidak tepat, menyesatkan. Kenapa menyesatkan, karena yang menyebar berita itu sendiri apakah ada di tempat atau tidak, lalu yang menembaki aparat, aparat itu agamanya apa ? belum jelas kan,” tuturnya.

Di jaman teknologi seperti sekarang, lanjut dia, manusia jangan buta terhadap informasi. Namun informasi yang mudah diperoleh dari media sosial harus lebih dulu disaring, dicari dan dipastikan kebenarannya dulu oleh masyarakat.

Tetapi kenapa masih ada kekerasan seperti di Rohingya, menurut dia, karena manusia tak luput dari kesalahan. Seluruh manusia di dunia ini tidak bisa menjaga kedamaian, bahkan untuk menjaga dirinya sendiri, kadang-kadang manusia sering salah kaprah. Namun seandainya semua umat manusia mentaati dan saling menghormati, akan tercipta kedamaian di seluruh dunia.
“Kami yakin banyak sekali berita atau informasi yang kebenarannya masih diragukan. Kalau informasi itu belum tentu benar, tapi sudah dibagikan di media sosial, itu sama juga dengan menyebar fitnah,” bebernya.(eko/din)