Beranda BANDUNG Tb Hasanuddin-Anton Tak Permasalahkan Nomor Urut

Tb Hasanuddin-Anton Tak Permasalahkan Nomor Urut

58
0

LEMBANG-Pengundian nomor urut Calon Gubernur (cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jawa Barat akan dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat di SOR Arcamanik Kota Bandung, Selasa (13/2).

Bakal Cagub dan Cawagub Jawa Barat, Tb Hasanuddin dan Anton Charliyan (Hasanah) mengaku tidak memikirkan nomor urut dalam pengundian tersebut. “Nomor 1 bagus, nomor 2 bagus, nomor 3 bagus, nomor 4 bagus. Asal tidak nomer 5, karena tidak ada,” kata Hasanuddin saat berkunjung ke Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Senin (12/2).

Hasanuddin optimis menjadi salah satu kandidat yang terus melaju di pesta demokrasi di Jawa Barat. Mengenai juru kampanye yang akan diturunkan nanti, dia masih menunggu informasi. Jika sudah diputuskan zona-zona, mungkin saja akan diturunkan juru kampanye dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP.

“Mungkin nanti yang akan turun, ya termasuk Ibu Mega, kalau komunikasi (Megawati) sudah, tapi belum menyangkut. Karena kan nanti program, kapan, di mana dan lain sebagainya, saya masih menerima dari KPU setelah ada pengumuman nomor,” bebernya.

Jelang penetapan di KPU, calon gubernur yang diusung PDIP ini akan terus berkeliling untuk mengetahui permasalahan di masyarakat.” Sekarang, saya ingin tahu permasalahan koperasi, terutama yang menyangkut para peternak susu sapi,” ujarnya.

Menurutnya, susu menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter bangsa, putra putri Indonesia bisa sehat dengan meminum susu. Dengan hasil susu yang sangat melimpah, lanjut dia, Indonesia tidak perlu susu impor.

“Susu sapi Lembang juga melimpah, tentunya harus diperhatikan dari awal, dari para peternaknya. Kemudian makanannya dan yang membantu para peternak adalah koperasi seperti ini,” tuturnya.

Setelah mendengar paparan pengurus koperasi, Hasanudin kagum dengan apa yang sudah dijalankan koperasi ini, lantaran mekanisme pendistribusian susu sapi, kemudian pembagian kepentingan untuk peternak dan lain sebagainya sudah dilaksanakan secara teratur dan membantu banyak para peternak.

“Baguslah, koperasi harus terus dihidupkan, bukan peternak susu saja, tapi para petani, kemudian buruh dan lain sebagainya. Harus ada tangan-tangan pemerintah untuk mengangkat harkat martabat rakyat di bawah,” jelasnya. (eko/tra)