Beranda KARAWANG Tata Ruang Ditangani Pusat

Tata Ruang Ditangani Pusat

16
0
Ilustrasi

Guna Menunjang Pembangunan Kereta Cepat

KARAWANG-Pemerintah Pusat sepakat untuk segera merancang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dalam menunjang pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung di lima desa Kabupaten Karawang.

“Pada hasil rapat terakhir Kereta Cepat, pemerintah pusat sepakat untuk merencanakan pembuatan RDTR-nya di lima desa nanti,” kata Kepala Bappeda Kabupaten Karawang, Eka Sanatha Senin, (9/10).

Dikemukakan Eka, RDTR tersebut akan dibuat untuk lima desa yakni Wanasari, Wanakerta, Wanajaya Margakaya, Margamulya. Dimana segala perencanaan pembangunan yang akan berhubungan dengan kereta cepat akan dicantumkan secara detail pada RDTR khusus di 5 desa.

“Kalau tugas daerah itu sudah membuatkan izin lokasi pada tahun 2016. Nanti batas waktunya 3 tahun, baru nanti akan kita evaluasi lagi pada tahun 2019. Sementara sudah sepakat RDTR oleh pemerintah pusat, akan membahas secara detail, kita tinggal sesuaikan,” ucapnya.

Secara khusus Kabupaten Karawang akan memiliki stasiun pemberhentian untuk kereta cepat Jakarta-Bandung. Luas yang diperkirakan untuk stasiun tersebut sekitar 250 hektar yang terdiri di 2 desa yakni Wanajaya dan Wanasari.

Diharapkan pemerintah daerah, jika Stasiun Kereta Cepat Jakarta-Bandung ini dapat mendorong perekonomian warga setempat.

Lanjut Eka, tugas pemerintah daerah dalam keberlangsungan program Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Pihaknya juga telah memfasilitasi untuk mempertemukan pihak PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) dengan sejumlah perusahaan yang lahannya terkena dampak pembangunan lintasan.

“Kurang lebih sekitar lima Perusahaan yang kami pertemukan dengan KCIC. Pembahasan selebihnya biara urusan mereka,” kata Eka.

Sementara itu Tenaga Pendamping LMDH, Nace Permana mengaku pihaknya akan segera menggelar pertemuan dengan pihak KCIC untuk membahas sejumlah lahan milik Perhutani yang dikelola oleh LMDH, untuk keperluan lintasan kereta cepat.

“Nanti kita juga akan melakukan pertemuan kaitan kabarnya ada permintaan penambahan lahan dari sebelumnya 57 hektar. Penambahan 24 hektar,” ucap Nace melalui telepon seluler. (aef)