EKO SETIONO/PASUNDAN EKSPRES INFRASTRUKTUR. Sejumlah pekerja melakukan perbaikan jalan jalan Kampung Cicalung RW 08 Desa Wangunharja, Selasa (23/8).

LEMBANG– Pada akhir tahun 2018, Pemdes Wangunharja targetkan jalan desa selesai dibangun, Pembangunan tersebut menjadi ketetapan APBDes dan RKJM Pemerintahan Desa.

Kepala Desa Wangunharja Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat, Dede Hermawan, mengatakan, pembangunan jalan desa dijadikan visi dan misi Pemerintahan Desa Wangunharja yang ditargetkan terealisasi semua di akhir 2018.
“Menjadi visi misi kami untuk memperbaiki jalan kampung ini, minimal di akhir tahun 2018 sudah terealisasi semua,” ucapnya saat ditemui di lokasi pembangunan jalan Kampung Cicalung RW 08 Desa Wangunharja, Selasa (23/8).

Ia menegaskan, perbaikan jalan desa tersebut menjadi ketetapan APBDes (Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa) dan RKJM (Rencana Kerja Jangka Menengah) Pemerintahan Desa Wangunharja.
“Sebetulnya perbaikan jalan ini sudah menjadi ketetapan, di dalam APBDes dan RKJM bahwa di tahun 2017 akan membangun jalan,” ungkapnya.

Pembangunan jalan desa, ia maksudkan, sebagai penunjang perekonomian masyarakat Desa Wangunharja.”Salah satunya untuk menunjang perekonomian masyarakat,” tegasnya.

Dede menyampaikan, perbaikan jalan desa telah menjadi rutinitas Pemerintahan Desa dalam setiap tahunnya. Hanya saja setiap jalan desa tidak sama baik dari volume maupun anggarannya.

“Sebetulnya setiap tahun menjadi rutinitas pembangunan jalan, cuma mungkin hanya volume dan tempat yang berbeda dan mungkin anggaran juga bervariasi sesuai dengan kehendak yang membantu,” tuturnya.

Disinggung soal pengerjaan jalan desa menjadi bagian dari visi dan misi Pemerintahan Desa, ia mengungkapkan, akses jalan desa menjadi tanggung jawab pemerintahan desa untuk persiapan anggaran dan pelaksanaannya.”Ini akses jalan desa yang harus diperbaiki oleh desa melalui dana desa dan sebagainya,” ungkapnya.
Sebelumnya, jalan desa Kampung Cicalung telah mengalami perbaikan sanitasi, disampaikan Dede, perbaikan tersebut menghabiskan anggaran hampir Rp100 juta.
“Kita sudah perbaiki, jadi dulu tengahnya itu untuk saluran air jadi, untuk perbaikan kali ini kita tutup semua, kemarin kita pasang peralon (pipa) untuk pembuangan sampai ke sungai itu hampir memakan biaya seratus juta,” bebernya.

Terkait rencana pembangunan jalan desa, ia mengakui, sudah direncanakan di akhir tahun 2016 berdasarkan aspirasi dari masyarakat. Penghotmixan jalan desa di Kampung Cicalung merupakan perbaikan yang kedua walaupun perbaikan pertama tidak merata.

“Udah kedua kali di hotmix sebetulnya, Cuma kalau dulu cuma sebagian, kalau sekarang kita 350 meter lebih,” ungkapnya.
Pengerjaan perhotmixan jalan desa di Kampung Cicalung, dikatakan Dede, pengerjaannya dapat selesai dalam kurun waktu dua hari.”Pengerjaan jalan sudah masuk hari kedua, kemarin pemasangan dasarnya nah sekarang langsung ke hotmix, insyaallah dua hari selesai,” ujarnya.

Berkenaan perealisasian pembangunan jalan, ia mengharapkan, masyarakat turut serta melakukan pemeliharaan jalan supaya manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka waktu yang lama.
“Kita kalau membangun sih gampang, cuma yang saya harapkan ke masyarakat itu yang lebih di tekankan itu pada pemeliharaan jalan supaya, pemanfaatan jalan itu lebih lama dirasakan masyarakat,” pungkasnya.(eko/ded)