Beranda BANDUNG Targetkan Lima Juta Bidang Baru

Targetkan Lima Juta Bidang Baru

82
0
EKO SETIONO/PASUNDAN EKSPRES KUNJUNGAN: Menteri Agraria dan Tata Ruang Indoneaia, Sofyan A Djalil didampingi staf ahlinya ketika mengunjungi BPD KBB, Kemarin.

SUBANG– Untuk memberikan kepastian hukum mengenai pertanahan, pemerintah Indonesia melalui kementrian Agraria meluncurkan program nasional sertifikasi tanah gratis, pada tahun 2017 ditargetkan sebanyak 5 juta bidang di seluruh Indonesia.
Meskipun baru tercapai 1,1 juta bidang, akan tetapi menurut Menteri Agraria dan Tata Ruang Indoneaia, Sofyan A Djalil, seusai peresmian kantor baru BPN Kabupaten Bandung Barat, mengatakan target 5 juta bidang akan tercapai pada akhir 2017 nanti.
“Progresnya, dari 5 juta bidang sudah terealisasi 1,1 juta bidang,”ucapnya.

Akan tetapi, Sofyan mengungkapkan, bahwa target hingga akhir 2017 nanti, di bagi dua tahap, yakni tahap pertama sebanyak 2 juta bidang menggunakan APBN awal dan tahap ke dua sebanyak 3 juta bidang menggunakan APBN perubahan.
“Terialisasi 1,1 juta ini
Jangan dilihat 1,1 jutanya pada bulan september, karena kita lakukan dua tahap,”ujarnya.
Untuk di Jawa Barat, kata Sofyan, semula hanya ditargetkan sebanyak 70 ribu bidang, akan tetapi pada tahun 2017 ini ditargetkan sebanyak 594500 bidang.

Namun, kurangnya juru ukur menjadi salah satu kendala untuk mempercepat pekerjaan, akan tetapi pemerintah telah membuat terobosan terobosan untuk menanggulangi kendala tersebut. “Sekarang sudah di buat tim juru urkur sebanyak 4500 orang, dan juru urkur independen yang telah diuji dan disumpah,”paparnya.

Sementara itu,B upati Kabupaten Bandung Barat, Abubakar mengatakan KBB pada tahun 2017 ini, menargetkan belasan ribu pembuatan sertipikat baru.

“Pada tahun 2017 ini pemkab Bandung Barat menargetkan 13500 bidang,”ucapnya

Staff ahli kementrian Agraria dan Penataan Ruang Indonesia, Doddy Imron Cholid, menambahkan jika melihat geografis wilayah Bandung Barat yang luas, dengan jarak antar wilauah yang jauh, harusnya disiapkan mobil keliling secara khusus.

“Mobil itu di lengkapi sarana paling tidak untuk pengumpulan data yuridis, sedangkan data teknis harus disiapkan alat ukur yg canggih yaitu Cors,” jelas Calon Bupati Bandung Barat itu.

Doddy mengatakan, dengan memilikinya sertifikat, Seluruh rakyat punya kekuatan hukum yg kuat bebas dari sengketa tanah dan dapat di jadikan modal untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Insya Allah kalo jadi bupati akan disiapkan sarana untuk menunjang pembuatan sertifikat, Dalam waktu 5 tahun KBB bersetipikat,”tegasnya.(eko/ded)