Beranda FEATURE Susi Suryani, Wanita Berprofesi Juru Parkir di TPU Dungus Wiru

Susi Suryani, Wanita Berprofesi Juru Parkir di TPU Dungus Wiru

74
0
VINNY DINA RAHAYU/PASUNDAN EKSPRES LINCAH: Berbekal priwitan, Susi dengan sigap mengatur mobil yang hendak parkir di TPU Dungus Wiru.

Ingin Perbaiki Rumahnya yang Tidak Layak Huni

Sempat kumpulkan berkas untuk bantuan perbaikan rumah, Susi mengaku sampai saat ini bantuan perbaikan rumah tersebut belum kunjung datang. Berkeinginan memperbaiki rumahnya yang kerap banjir saat musim penghujan. Susi yang awalnya berdagang ini beralih profesi menjadi juru parkir.

VINNY DINA RAHAYU. Subang

Susi Suryani (46) wanita paruh baya yang berprofesi sebagai juru parkir di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dungus Wiru Kelurahan Cigadung Subang. Bekerja setiap hari mulai pukul 06.30 hingga 16.00, di bawah terik matahari dengan lincahnya Susi mengatur dan mengarahkan pengemudi yang hendak memasuki atau keluar dari TPA Dungus Wiru.

Pakaian seadanya memakai kaos dan celana pendek dilengkapi topi yang membantu menghalanginya dari teriknya sinar matahari Susi menjalani aktivitasnya sehari-hari menjadi juru parkir Makam Dungus Wiru. Sekilas penampilannya memang seperti laki-laki karena rambutnya pendek dan ditutupi topi. Menjadi juru parkir dijalaninya sejak 2 tahun yang lalu, Susi mengakui bahwa menjadi juru parkir adalah murni keinginannya sendiri.
“Saya datang menemui RW setempat dan mengajukan diri untuk menjadi menjaga keamanan di TPA Dungus Wiru dan Alhamdulillah diizinkan,” jelasnya.

Bukan tanpa alasan dirinya memilih profesi tersebut, sempat menjadi seorang pedangan namun keterbatasan modal Susi akhirnya berhenti berdagang. Tujuannya menjalani profesi tersebut adalah untuk mewujudkan keinginannya memperbaiki tempat tinggalnya yang sering banjir ketika musim hujan tiba.

Penghasilan suami, Udung sebagai kuncen makam Kerkoff yang berada tepat di TPA Dungus Wiru pun tak cukup untuk biaya hidup apalagi untuk memperbaiki rumah. Susi dan suami tinggal berdua setelah 3 tahun yang lalu anaknya meninggal dunia, Setelah itu tidak ada lagi keinginan keduanya untuk memiliki anak. Susi hanya berharap rumahnya bisa bebas dari banjir.
“Rumah saya sempat diajukan untuk diadakan perbaikan, persyaratan sudah saya kumpulkan semuanya namun tak juga kunjung diperbaiki padahal sudah sempat di foto-foto,” ungkapnya kepada Pasundan Ekspres.

Dan akhirnya menjadi juru parkir adalah pilihannya, dengan alas an karena lokasinya yang juga dekat dengan rumahnya yang berada tepat dibelakang POM bensin Sukamaju. Susi juga mengaku sangat menikmati pekerjaannya tersebut, dalam kegiatan sehari-harinya pun dirinya terlihat selalu bersemangat.

Bermodalkan priwitan dirinya terlihat lihay mengarahkan pengemudi, sambil berteriak-teriak untuk mengatur lalu lintas disekitar jalan MT.Haryono tersebut yang sering dilalui mobil bermuatan besar. Dari pekerjaannya tersebut Susi mengaku tidak berharap imbalan dirinya melakukan pekerjaan tersebut dengan ikhlas dan tujuannya pun untuk beramal.
“Kalau ada yang ngasih ya Alhamdulillah diterima kalau gak ada yang ngasih juga gak apa apa saya ikhlas, dalam sehari Alhamdulillah saya pernah dapat tujuh puluh ribu sampai seratus tiga puluh ribu kalo lagi rame.” ujarnya.

Masyarakat sekitar juga terlihat sudah akrab dengannya, beberapa diantaranya yang berkunjung ke TPU sering menyapanya sambil membunyikan plakson. Sosok Susi memang dikenal pribadi yang tangguh dan mandiri hal tersebut dibenarkan oleh Lili selaku ketua RT 28 RW 07 blok Sukamaju Kelurahan Cigadung Subang.
“Ibu Susi adalah warga saya, dirinya diangkat oleh ketua RW untuk menjaga dan membersihkan TPU Dungus Wiru namun karena semangat dan ketangguhannya justru sekarang lebih terkenal menjadi juru parkir di TPU Dungus Wiru.”tutupnya.

Semangat dan perjuangan hidup Susi sebagai seorang juru parkir ini patut diapresiasi dan menjadi contoh baik untuk mereka yang menjalani kehidupan yang lebih beruntung dibandingkan dirinya.(vny/epl)