Beranda BANDUNG Suami Damah Diliputi Trauma

Suami Damah Diliputi Trauma

77
0

Jenazah Damah Ditemukan di Hari Kelima

BANDUNG BARAT– Damah (40) korban tertimbun longsor Kampung Bonjot, Desa Buninagara, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat ditemukan dalam kondisi tewas, setelah lima hari pencarian, Jumat (9/3).

Komandan tim dari Kantor SAR Bandung, Edi Sukamto menyebutkan, jenazah Damah ditemukan sekitar pukul 8.15 WIB pada kedalaman satu meter. Jasadnya berjarak sekitar 25 meter dari titik penemuan jenazah Puja, dan sekitar 150 meter dari posisi rumah mereka. Menurut Edi, penemuan jenasah Damah tak terlepas dari peran Tim K-9 Polda Jawa Barat.

“Kemarin itu kan dari K-9 Polda Jabar sudah menandai beberapa titik, hasil dari pengendusan anjing pelacak. Jadi ada tiga titik yang ditandai, yang kemudian kami pacul. Tadi, setelah briefing jam 7.30 WIB, korban ditemukan jam 8.15 WIB. Proses evakuasi korban sampai selesai itu berakhir sekitar jam 9.30 WIB,” kata Edi, di sekitar lokasi longsor.

Selama lima hari ini, kata dia, pencarian korban dibagi dalam dua sektor. Sektor 1 meliputi aliran longsor yang menggerus rumah korban, sedangkan sektor 2 meliputi aliran longsor di sebelahnya.

“Di sektor 2 itu ditemukan korban Puja, sementara korban Damah berada di sektor 1. Kondisi Damah masih utuh, lengkap dengan pakaian yang dikenakan,” tuturnya.

Menurut Edi, selama lima hari pencarian tim gabungan tidak menemui kendala yang berarti, selain timbunan lumpur tanah yang tebal di sekitar lokasi pencarian. “Ada kendala air, tapi ada suplai dari damkar. Alat berat dari PU bekerja mulai kemarin. Tim K-9 juga bekerja. Relawan yang ikut pencarian juga ada banyak,” katanya.

Setelah ditemukan, jenazah Damah segera dimakamkan di Kampung Tegalkoneng. Oleh pihak keluarga, Damah dimakamkan terpisah dengan jenasah Puja, yakni di Kampung Dengkeng. Saat ini, longsor di Kampung Bonjot itu masih menyisakan timbunan tanah yang menutupi dua ruas jalan penghubung antarkampung di Desa Buninagara.

Suami Damah, Kuswandi (48) mengaku tak kuasa ikut melakukan pencarian karena masih diliputi trauma yang mendalam. Apalagi, sebelum longsor terjadi, dia sudah mengingatkan Damah untuk berhati-hati. Pasalnya, hujan deras turun pada malam sebelumnya, bahkan Kuswandi sampai tak bisa tidur karena mencemaskan longsor.

“Sebelum berangkat kerja ke Bandung, saya sudah bilang hati-hati ke isteri. Saya berangkat jam 5.00 itu juga masih gerimis. Saya bilang hati-hati, lihat air di atas Gunung Bonjot. Saya takut kalau ada longsor. Kata isteri, enggak apa-apa karena airnya bening. Di situ, saya cuma bilang ‘Iya’ saja,” katanya.

Kendati sudah mengkhawatirkan terjadi longsor, dia mengkau tak punya firasat apapun mengenai nasib isteri dan anaknya. Namun, kata Kuswandi, Puja bangun tidur lebih awal dan langsung solat subuh.

“Dia (Puja) jarang begitu, biasanya paling pagi itu bangun jam 5.00. Kemarin itu dia bangun jam 4.45 WIB, langsung solat subuh. Pas saya berangkat, isteri saya masuk ke dapur,” ucapnya. (eko/tra)