Beranda KARAWANG Stasiun Kereta Cepat Ditargetkan Selesai 2019

Stasiun Kereta Cepat Ditargetkan Selesai 2019

11
0

Pemkab Karawang Siapkan Gerbang Tol Baru

KARAWANG-Proyek pembangunan stasiun kereta cepat ditargetkan selesai pada tahun 2019. Saat ini Kementrian Agraria dan Tata Ruang (Kemen-ATR) masih menyiapkan draf rencana detail tata ruang (RDTR) yang akan dilintasi oleh kereta cepat Jakarta-Bandung itu.
“Untuk RDTR khusus dibuat oleh Kementerian ATR. Yang mana RDTR tersebut khusus untuk lima desa di Karawang yang terlintas oleh kereta cepat,” ujar Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bapeda) Karawang, Eka Sanatha.

Menurut Eka, pihaknya beberapa waktu lalu telah memfasilitasi pertemuan antara perusahaan yang akan mengerjakan proyek kereta cepat dengan beberapa perusahaan pengembang kawasan industri di Karawang yang akan dilintasi jalur kereta cepat Jakarta-Bandung.
“Kalau pembahasannya saya kurang tahu. Kami tidak mau terlalu dalam masuk ke urusan itu,” katanya.

Dijelaskan Eka, Pemkab Karawang hanya diminta untuk mempersiapkan saran pendukung proyek strategis nasional, termasuk diantaranya penyediaan izin lokasi pembangunan.
“Kami hanya mempersiapkan sarana pendukung. Untuk izin lokasi akan dievaluasi pada tahun 2019 nanti,” katanya.

Namun dikatakan Eka, segala tahapan progres terus berjalan setiap waktu. Sehingga jika ada informasi baru dipastikan akan diinformasikan kepada masyarakat Karawang.
“Kalau ada informasi baru pasti akan kami kasih tahu,” tuturnya.

Eka menambahkan, pihaknya juga tengah mempersiapkan pembukaan gerbang tol baru di wilayah Karawang, yakni di jalan Tol Jakarta-Cikampek Kilometer 42. Tapi rencana itu harus dikaji ulang. Alasannya, lokasi gerbang tol baru terlalu dekat dengan gerbang tol yang sudah ada, yakni di Kilometer 39.

Ia mengatakan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku, gerbang tol baru di sepanjang Jalan Tol Jakarta-Cikampek hanya bisa dibuka atau dibangun, minimal 5 kilometer jaraknya dari gerbang tol yang sudah ada. “Jika gerbang tol baru nanti, terkait akan dibangunnya stasiun Kereta Api Cepat dibangun di Kilometer 42, jaraknya terlalu dekat dengan gerbang tol yang sudah ada di Kilometer 39. Jadi ini harus dikaji ulang,” tuturnya.

Ia berharap pembangunan gerbang tol baru bisa dilakukan di jalan Tol Jakarta-Cikampek, tepatnya di KM 42. Sebab proyek Kereta Api Cepat merupakan program strategis nasional. Pembangunan gerbang tol baru menjadi bagian dari sarana pendukung stasiun Kereta Api Cepat. (use/din)