Beranda EDUKASIA SMK Kesenian Kenalkan Kisah Sangkuriang melalui Lagu

SMK Kesenian Kenalkan Kisah Sangkuriang melalui Lagu

105
0
YUSUP SUPARMAN/PASUNDAN EKSPRES RUTIN: Sebanyak 12 orang siswa SMK Kesenian Subang melakukan pemantapan latihan sebelum berangkat pasanggiri Degung tingkat Jawa Barat di Bandung 4-5 Nopember, kemarin (1/11).

Rutin Latihan, Targetkan Juara 1 Pasanggiri Degung

SMK Kesenian Subang akan unjuk kebolehan dalam pasanggiri Degung tingkat Jawa Barat di Bandung 4-5 Nopember. Sekolah yang mewakili Subang ini menargetkan bisa menjadi juara 1 bersaing dengan sekolah lain se Jawa Barat.

YUSUF SUPARMAN, Subang

Target itu masuk akal. Pasalnya pada tahun 2015, SMK Kesenian Subang berhasil meraih juara 3. Minimalnya tahun ini bisa bertahan.
“Minimalnya kita bisa mempertahankan juara 3,” kata Wakasek Sapras SMK Kesenian Subang, Pepen Ependi kepada Pasundan Ekspres, kemarin (1/11).

Untuk mencapai target tersebut, sebanyak 12 orang siswa pilihan rutin melakukan latihan dipandu langsung oleh guru-guru. Seperti terlihat, kemarin sore, mereka memantapkan latihan sebelum akhirnya berangkat ke Bandung.

Dari 12 orang itu, memiliki perannya masing-masing. Sebanyak 9 orang memainkan alat musik, tiga orang sebagai vokal atau juru kawih.

Alat musik dalam degung itu juga dikolaborasikan dengan alat musik yang berasal dari Subang. Antara lain toleat, gembyung dan genjrik bonyok. Kreasi itu sengaja untuk memperkenalkan alat musik Subang di kancah provinsi.
“Pada kesempatan itu kami juga memperkenalkan bahwa Subang memiliki alat musik yang bisa dikreasikan dengan alat musik lainnya,” ungkapnya.

Menariknya lagi, salah satu lagu yang akan dibawakan pada perlombaan itu ialah lagu yang berjudul Sangkuriang. Hebatnya lagi, lagu tersebut berdasarkan sajak yang diciptakan oleh guru SMK Kesenian Subang, H Modi.

Ada dua lagu yang akan dibawakan, selain itu ialah lagu wajib yang ditentukan panitia, yaitu berjudul Sangkuratu.
“Lagu Sangkuriang yang akan dibawakan nanti memiliki nilai yang tinggi khususnya bagi orang Sunda. Semoga saja menjadi perhatian juri, agar kami bisa berhasil sukses,” ungkapnya.

Sebagai guru, Pepen sangat mengapresiasi siswa-siswinya yang telah berjuang susah payah untuk bisa ikut pasanggiri. Mereka sebagai generasi muda telah menunjukan semangatnya dalam melestarikan kesenian tradisional.
“Kami selalu berusaha untuk meregenarasi agar ke depan ada penerus kami. Kami pun memerlukan bantuan dari pemerintah agar bisa mendukung di setiap perjuangan mereka. Mereka memiliki harapan, maka kita harus memfasilitasinya,” pungkasnya.(ysp/epl)