ASEP IMAM MUTAQIN/PASUNDAN EKSPRES BERBAGI: Puluhan siswa SMP dan SMA Darul Hikam International School (DHIS) Lembang memotong daging kurban untuk dibagikan kepada masyarakat sekitar, Senin (4/9).

LEMBANG – Puluhan siswa SMP dan SMA Darul Hikam International School (DHIS) Lembang Kabupaten Bandung Barat (KBB) melaksanakan ibadah kurban dengan memotong 9 ekor domba dan 2 ekor sapi di lingkungan Sekolah, Senin (4/9).
Namun, ibadah kurban di sekolah bertaraf internasional ini tidak seperti biasanya yang pada umumnya dilakukan oleh sekolah lain. Karena selain dari hasil iuran siswa-siswi, pemotongan hewan kurban juga dilakukan oleh siswa itu sendiri yang sudah di latih terlebih dahulu cara pemotonganya.

“Saya memotong satu ekor domba. Lumayan tegang juga karena ini baru pertama kali memotong hewan kurban,” kata Zikri Kalam salah satu siswa kelas 12 yang mendapat kesempatan untuk pemotongan hewan kurban tahun ini.

Dia menuturkan sebelum melakukan pemotongan hewan, awalnya dirinya ragu. Namun, setelah mempraktekan ilmu yang diberikan para gurunya itu, pemotongan hewan kurban bisa berjalan lancar dan berhasil.

“Awalnya sih takut, tapi setelah memotong tidak ada apa-apa dan alhamdulillah lancar,” ujarnya seraya menyebut saat memotong dibantu oleh 3 orang siswa lainnya.

Zikri mengaku bisa bertambah ilmu dan pengalaman dengan pemotongan hewan kurban tersebut. Karena, pengalaman berharga itu bisa di amalkan kembali diluar sekolah.

“Alhamdulillah menambah pengalaman bisa memotong hewan kurban. Ini bisa bermanfaat untuk kedepannya,” ucapnya.

Rani Oktaviani selaku Ketua Pelaksana Kurban dan guru di SMP-SMA DHIS Lembang menuturkan kegiatan ibadah kurban ini rutin dilakukan setiap tahun. Untuk pelaksanaan pemotongan hewan kurban tahun ini, hanya dua orang siswa diberi kesempatan, sedangkan sisanya dilakukan oleh siswa tahun lalu yang sudah pernah melakukan pemotongan hewan kurban.

“Dua minggu sebelumnya, mereka diberi pelatihan khusus cara pemotongan hewan yang dilaksanakan oleh pihak sekolah. Untuk penunjukan siswa yang akan diberi kesempatan memotong itu melalui perwakilan osis, dimana setiap siswa memotong satu ekor hewan kurban saja,” kata Rani.

Untuk pembelian hewan kurban, lanjut dia, berasal dari iuran siswa-siswi sebulan sebelum hari Raya Idul Adha. Mereka menyisihkan uang jajan selama sebulan, untuk membeli hewan kurban.

“Untuk kekurangannya ditambah dari dana infak sekolah,” ujarnya.

Rani menmabahkan, rencananya daging hewan kurban ini akan dibagikan kepada warga masyarakat di sekitar sekolah. Selain itu, diberikan juga ke panti asuhan yatim piatu, pondok pesantren dan sebagian wilayah desa Jayagiri.

“Satu ekor domba langsung diberikan ke kampung sebelah,” pungkasnya.(sep/ded)