Beranda EDUKASIA Siswa Bersembungi di Kolong Meja

Siswa Bersembungi di Kolong Meja

102
0
EKO SETIONO/PASUNDAN EKSPRES IMUNISASI. Sejumlah siswa Madrasah Ibtidaiyah Al-Khoitiyah Bani Yusuf mendapatkan imunisasi Campak dan Rubela, Selasa (1/8).

Takut di Imunisasi Campak dan Rubella

LEMBANG– Pelaksanaan mendapatkan imunisasi Campak dan Rubella, diwarnai kejar-kejaran dan jerit tangis anak-anak karena ketakutan.

Seperti di Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, terjadi di Madrasah Ibtidaiyah Al-Khoitiyah Bani Yusuf ,Selasa (1/8).

Di sekolah itu, anak-anak kelas I banyak yang menangis karena ketakutan saat disuntik. Beberapa anak bahkan bersembunyi di kolong meja yang ada di sudut ruangan. Meski begitu, para petugas Dinas Kesehatan Bandung Barat yang dibantu oleh sejumlah tenaga medis tetap memberikan vaksinasi kepada mereka.

Kepala Puskesmas Batujajar Enung Masruroh menuturkan, kegiatan vaksinasi tersebut merupakan program nasional, yang dilaksanakan serempak mulai 1 Agustus 2017. Vaksinasi tahap pertama ini, kata dia, diberikan kepada anak-anak sekolah atau anak-anak yang berusia 7 tahun sampai di bawah 15 tahun.

“Dari Puskesmas Batujajar sendiri sasaran imunisasi campak dan rubella ini berjumlah 28.459 anak. Itu jumlah keseluruhan anak, termasuk yang berumur 9 bulan sampai 7 tahun. Untuk program imunisasi yang dilaksanakan pada Agustus ini, kami melakukannya di sekolah-sekolah,” kata Enung di sela kegiatan.

Selama dua minggu ke depan, lanjut dia, para petugas Dinkes KBB akan berkeliling ke sekolah-sekolah untuk memberikan imunisasi.

“Dua minggu berikutnya, kami sweeping anak-anak yang berumur 7 tahun sampai di bawah 15 tahun yang belum diimunisasi. Imunisasi di sekolah-sekolah, seperti di sini, kan ada yang belum ikut, karena anaknya sakit atau alasan lain,” tuturnya.

Meskipun disibukkan oleh kegiatan vaksinasi, Enung menambahkan, pelayanan di puskesmas tetap berjalan normal.

“Pelayanan kesehatan di puskesmas tidak terganggu, walaupun petugas kami jumlahnya terbatas. Makanya, untuk pemberian vaksinasi ini kami dibantu oleh tenaga kesehatan, seperti dari Stikes Achmad Yani Cimahi dan Stikes Budhi Luhur Cimahi,” imbuhnya.

Dosen Stikes Achmad Yani Cimahi, Indria Astuti mengatakan, partisipasi dosen dan mahasiswa pada kegiatan vaksinasi campak dan rubella tersebut merupakan wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Salah satunya kewajiban kami ialah memberikan pengabdian kepada masyarakat. Makanya, kami mendukung Dinkes dalam kegiatan vaksinasi ini, sampai kegiatannya berakhir pada September mendatang,” kata Indria, yang juga bidan di Batujajar.

Sementara itu, Kepala MI Al-Khoitiyah Bani Yusuf Diki Mufti Asiddiki menyebutkan, di sekolahnya terdapat total 282 anak, dari kelas I sampai kelas VI.

“Hari ini semua anak diberikan vaksinasi campak dan rubella. Beberapa hari lalu, kami pun telah diberikan sosialisasinya. Karena imunisasi ini penting bagi anak-anak, kami pun menyambut baik kegiatan ini,” katanya.

Imunisasi campak dan rubella merupakan upaya terbaik dalam memutus transmisi penularan virus campak dan rubella. Pasalnya, penyakit campak dan rubella tidak bisa diobati, namun bisa dicegah. Penyakit campak dapat menyebabkan komplikasi yang serius, seperti radang paru, radang otak, kebutaan, gizi buruk, dan bahkan kematian. (eko/ded)