Beranda PURWAKARTA Shabu Dibungkus Wafer Dua Pemuda Diamankan

Shabu Dibungkus Wafer Dua Pemuda Diamankan

47
0
ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES Pemuda beserta barang bukti shabu diungkus wafer dan handphone diamankan jajaran Sat Narkoba Polres Purwakarta. Keduanya diduga akan pesta shabu.

PURWAKARTA- Peredaran narkotika jenis sabu di Purwakarta seolah tidak ada habisnya. Terbukti, meski masih dalam suasana Bulan Ramadan, Satuan Reserse (SatRes) Narkoba Polres Purwakarta kembali meringkus dua pemuda di depan Apotek Kimia Farma, Jalan Terusan Ibrahim Singadilaga, Kelurahan Nagri Kaler, Purwakarta, Selasa (5/6) lalu sekitar pukul 21.00 WIB.

Di Tempat Kejadian Perkara (TKP) itu, personil Sat Narkoba berhasil mengamankan dua orang penyalahgunaan narkoba berinisial AH (25) warga Desa Ciwareng, Kecamatan Babakancikao, dan RF (28) warga Kelurahan Ciseureuh Kabupaten Purwakarta.

“Kita mengamankan kedua tersangka ini di satu tempat, yang mana sebelumnya kita mendapat informasi dari warga, bahwa adanya orang yang diduga kedapatan membeli atau memiliki narkotika jenis sabu,” ujar Kasat Reserse Narkoba Polres Purwakarta AKP Heri Nurcahyo SH kepada Pasundan Ekspres, kemarin (11/6).

Dijelaskannya, pihaknya melakukan penyelidikan dan penangkapan pada Selasa (5/6) sekira pukul sekira 21.00 WIB. Kemudian, pihaknya pun langsung mengamankan kedua pemuda itu berikut barang bukti berupa satu bungkus kecil plastik klip bening yang dibalut lakban warna hitam diduga berisi narkotika jenis shabu.

“Mereka ini rencananya akan berpesta narkoba (sabu) di saat masyarakat sedang melaksanakan ibadah puasa. Saat kita mengamankan dan melakukan penggeledahan, barang haram itu ternyata disimpan di dalam bekas bungkus wafer,” kata Heri.

Untuk saat ini, sambungnya, kedua tersangka beserta barang bukti diamankan di Mapolres Purwakarta, guna melakukan pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut.

“Pelaku dapat dijerat dengan Pasal 132 ayat (1) Jo Pasal 114 ayat (1) atau pasal 112 ayat (1) Jo pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No.35 Th 2009 Tentang Narkotika. Dengan Hukuman minimal 4 tahun kurungan penjara dan maksimal 15 tahun kurungan penjara. Dipastikan keduanya berlebaran di balik jeruji besi,” ucapnya.(add/dan)