Beranda SUBANG SB-IPB Workshop Peternakan

SB-IPB Workshop Peternakan

41
0
YUGO EROSPRI/PASUNDAN EKSPRES WORKSHOP: Sekolah Bisnis Institut Pertanian Bogor (SB-IPB) bekerjasama dengan Dinas Peternakan Subang gelar workshop, Kamis (12/10).

SUBANG– Sekolah Bisnis Institut Pertanian Bogor (SB-IPB) bekerjasama dengan Dinas Peternakan Subang gelar workshop penyakit pada rantai pasok unggas persepektif sosial ekonomi, Kamis (12/10).

Kadis Peternakan Kabupaten Subang Drs Rahmat Faturahman, mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya acara tersebut. menurutnya sektor perunggasan yang sangat berkontribusi untuk mencapai pertumbuhan perekonomian di daerah. ” Saya mengucapkan terimakasih dengan upaya yang sudah digelar, kegiatan seperti ini sangat bagus,” ujarnya.

Dijelaskan Rahmat, pertumbuhan peternakan rakyat kurang berkembang akaibat lokasi peternakan yang kurang strategis dan juga akibat fase industri. Adapun yang harus diperhatikan kebersihan kandang unggas agar menghasilkan unggas yang berkualitas tinggi dan mampu meningkatkan kualitas ekonomi.
“Yang perlu disadari kebersihan kandang, hal sepeti itu juga bisa berhubungan dengan faktor pertumbuhan ekonomi,” ucapnya.

Perwakilan Sekolah Bisnis Insitiut Pertanaian Bogor (SB-IPB) DR Eko Ruddy Cahyadi mengatakan, pihaknya yang melakukan hubungan bisnis dengan pertanian yang saat ini sedang tumbuh dan berkembang. Sektor pertanian dan perunggasan merupakan adanya hal yang sangat penting dalam adanya perekonomuan, untuk itu pihaknya berkerjasma dengan Universitas Belanda untuk menyelenggarakan kajian dan penelitian dari sudut padang sosial ekonomi.
“Pada september 2016 kami menggelar survei di empat daerah, seperti di Ciamis, Tasikmalaya, Subang Dan Sukabumi,” katanya.

Dijelakan Eko, untuk peternak Makloon memiliki skor biosekuriti rendah. Skor rendah tersebut umumnya pada kontrol pekerja, kontrol pengunjung, kontrol pedagang, kontrol unggas keluar masuk, kontrol kendaraan, dan kontrol pada pintu masuk. Sedangkan untuk sumber air bersih sudah baik.
“Untuk biosekuriti mayoritas peternak di Ciamis, Tasikamalaya Dan Subang tergolong rendah,” tukasnya. (ygo/ded)