Beranda PRO DESA Santri Siaga Bencana, Enam Pesantren Jadi Pilot Project

Santri Siaga Bencana, Enam Pesantren Jadi Pilot Project

40
0
EKO SETIONO/PASUNDAN EKSPRES KEGIATAN ORIENTASI: Pengurus Persis sedang memberikan materi orientasi Germas di Pesantren, Kamis (16/11) di Putri gunung Hotel, Lembang.

LEMBANG– Sebagai upaya penanggulangan bencana yang sering terjadi di berbagai daerah, Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam, Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Persis) akan membentuk Santri Siaga di tiap pesantren.

“Santri siaga dibentuk untuk menyiagakan para santri pada bencana yang terjadi di daerahnya masing-masing. Serta, meminimalisir korban akibat bencana yang terjadi,” ujar Ketua Siaga Bencana (Sigab) Persis, dr Sony Ramdhani saat acara Orientasi Gerakan Masyarakat Hidup (Germas) di Pesantren sebagi kerjasama PP Persis dengan Kemenkes RI di Lembang.

Saat peluncuran program tersebut, menurutnya terdapat enam pesantren yang akan menjadi pilot project dalam program Santri Siaga. Beberapa pesantren tersebut adalah Pesantren Persis Benda Tasikmalaya, Pesantren Bentar Garut, Pesantren Almanar Purwakarta, Pesantren Persis Majalengka, Pesantren Manbaual Huda Kota Bandung, dan Pesantren Bojongbuah Katapang Kabupaten Bandung.

“Awalnya (Santri Siaga) dibentuk sebagai regenerasi relawan Sigab Persis,” ucapnya.

Ia menuturkan, kedepan pembinaan Santri Siaga akan dilakukan oleh koordinator daerah Sigab di masing-masing kabupaten/kota atau Kordinator Wilayah Sigab Jawa Barat.

Ia mengatakan, Santri Siaga akan menerapkan empat pilar yaitu kesiapsiagaan bencana, kesehatan remaja, keamanan pesantren, dan Germas serta perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Santri Siaga diharapkan akan menciptakan rasa aman dan nyaman di pesantren. Serta menumbuhkan kepedulian santri terhadap kesehatan dan penanganan bencana,” tandasnya. (eko/tra)