Beranda BANDUNG Sampah Masih jadi Masalah

Sampah Masih jadi Masalah

45
0

Lama Menggunung, Warga Turun ke Jalan

LEMBANG– Bermodal peralatan cangkul, sapu lidi, sarung tangan, sabit, karung sampah hingga sekop, warga bergotong-royong membersihkan tumpukan sampah liar yang menggunung hingga 4 meter dan memanjang sekitar 150 meter di pinggir Jalan Maribaya, Desa Kayuambon, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (11/2).

Selama hampir enam bulan lebih, warga serta pengguna jalan raya tersiksa dengan sampah yang dibiarkan menumpuk di pinggir jalan karena menimbulkan bau dan pemandangan tak sedap.

Kerja bakti dalam rangka mendukung program Citarum Harum itu diinisiasi oleh Koramil 0901/Lembang Kodim 0609/Kabupaten Bandung. Bersama jajaran Polsek Lembang, aparat desa/kecamatan setempat, dan instansi terkait di Pemkab Bandung Barat, berbagai unsur masyarakat ikut terlibat secara aktif dalam pembersihan sampah dari pukul 7.00 WIB sampai 11.00 WIB.

Komandan Koramil 0901/Lembang Pendi menuturkan, kerja bakti itu dimaksudkan untuk mencegah pencemaran dan kerusakan lingkungan. Apalagi, Lembang merupakan salah satu daerah hulu dari Sungai Citarum, di mana revitalisasi sungai melalui program Citarum Harum tengah gencar digalakkan oleh pemerintah.

“Melalui kerja bakti ini, Lembang sebagai salah satu hulu dari Citarum diharapkan dapat memberi kontribusi positif dalam program Citarum Harum. Lingkungan yang aman, nyaman, dan bersih di Lembang ini mudah-mudahan berdampak pula pada aliran air yang bersih ke Citarum,” kata Pendi, didampingi Kapolsek Lembang Rahmat Lubis di sela kerja bakti.

Sebelumnya, tumpukan sampah di pinggir Jalan Maribaya itu menggunung sampai setinggi dua meter, sehingga menutupi saluran air di sepanjang sekitar 150 meter yang ada di pinggir jalan. Setelah bersih dari sampah domestik, di bekas tempat pembuangan sampah liar itu pun dipasangi garis polisi dan ditanami puluhan tanaman hias.

“Sampah yang diangkut dari sini sebanyak tiga truk. Kalau satu truk berisi 7 meter kubik sampah, ya berarti sekitar 21 meter kubik sampah yang diangkut dari titik sampah liar ini. Ke depan, kami sudah sepakat dengan unsur muspika dan desa, di sini mau dijadikan taman. Dengan demikian, enggak ada lagi orang yang membuang sampah sembarangan ke sini,” tuturnya.

Kepala Desa Kayuambon Ayi Rohayati mengatakan, keberadaan sampah liar di Kampung Sukahaji telah berlangsung cukup lama. Warga, kata dia, juga sudah berupaya membersihkannya, tetapi sampah kembali muncul di lokasi tersebut. Oleh karena itu, dia berharap pembersihan sampah yang kali ini dilakukan sampai tuntas tidak membuat lingkungan dikotori lagi.

“Sampahnya dari dulu sudah ada. Sebetulnya sudah pernah dibersihkan, tapi ada lagi sampahnya. Dibersihkan lagi, sampahnya tetap ada lagi. Yang terakhir ini, karena sudah lama sampahnya tidak diangkut, akhirnya sampahnya menumpuk lebih banyak,” katanya.

Menurut dia, sampah liar di Kampung Sukahaji itu kebanyakan berasal dari warga di luar Desa Kayuambon. Soalnya, sampah yang dihasilkan oleh sebagian besar warga Kayuambon sudah dikerjasamakan dengan UPT Kebersihan. Kalaupun ada warga Kayuambon yang membuang ke titik sampah liar itu, Ayi meyakini jumlahnya tidak banyak.

“Kalau masalah sampahnya dari mana, kami tidak tahu. Di RW 1 ini, sampahnya biasa dikumpulkan dan diangkut oleh UPT Kebersihan. Mungkin ada sebagian warga kami yang membuang ke sini, tapi kebanyakan warga itu sampahnya biasa diangkut. Jadi, mereka enggak membuang sampah ke sini lagi,” katanya.

Selain di Jalan Maribaya, kerja bakti unsur muspika Lembang bersama masyarakat juga dilaksanakan di Jalan Cijeruk, Desa/Kecamatan Lembang. Di situ, sampah liar sebanyak satu truk turut diangkut. (eko/tra)