Beranda HEADLINE RK Siapkan Deklarasi, DM Masih Pikir-pikir Keduanya Dijagokan dalam Pilgub Jawa Barat

RK Siapkan Deklarasi, DM Masih Pikir-pikir Keduanya Dijagokan dalam Pilgub Jawa Barat

145
0

PURWAKARTA-Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi belum memutuskan kesiapan dirinya mengikuti kontestasi Pemilihan Gubernur Jawa Barat pada Tahun 2018 mendatang. Ketimbang terlihat ‘ngoyo’, pria yang juga masih menjabat sebagai Bupati Purwakarta itu lebih memilih untuk mengukur diri terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan penting tersebut. Hal ini dia ungkapkan usai menjadi pembicara dalam Kongres Nasional Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan yang diselenggarakan oleh Komnas HAM di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (16/3) lalu.“Kalau kata orang Sunda mah kudu ngukur awak sakujur (melihat keseluruhan dari diri sendiri, red),” singkatnya. Publik Jawa Barat, menurutnya, harus difahami terlebih dahulu aspek culture-nya. Sebab, diakui atau tidak, Jawa Barat kini sudah menjadi provinsi yang penuh dengan keanekaragaman. Hal inilah yang mengharuskan dirinya untuk melakukan telaah mendalam. “Masyarakat Jawa Barat itu penuh keanekaragaman, ada Sunda, ada Jawa. Nah, dari situ saya harus mengukur diri, mampu apa tidak,” ujarnya.Kemampuan personal, masih menurut Dedi, merupakan hal yang harus diperhatikan dalam memimpin Jawa Barat. Kemampuan inilah yang diharapkan melahirkan solusi bagi kompleksitas problematika ekonomi penduduk Jawa Barat yang juga beranekaragam mulai dari petani, pegadang, nelayan, buruh dan yang lainnya.“Bisa tidak, saya larut, saya manunggal dengan mereka itu,” ujarnya kembali.
Selain itu, pemahaman terhadap adat kebiasaan masyarakat Sunda pun menurutnya harus menjadi perhatian siapapun yang ingin mencalonkan diri sebagai Gubernur di Jawa Barat. Pengetahuan terhadap aspek ini harus menjadi bekal dalam melakukan pergerakan politik.
“Kita faham gak dengan bahasa mereka, ada Sunda Banten, ada Sunda Priangan, Jawa Cirebonan, Jawa Indramayuan, Jawa Panturaan. Sebagai orang desa, ya saya harus ngukur diri dulu,” tandasnya. Saat ditanya apakah setelah mengukur diri akan menyatakan kesiapan, pria yang selalu mengenakan pakaian khas Sunda tersebut malah berseloroh bahwa persoalan Pilgub Jawa Barat bukanlah upacara bendera atau kuis.
“Jangan siap-siap, dikira upacara bendera nanti, kalau ditanya apakah bersedia, ini juga bukan kuis. Saya fokus bekerja dulu lah, seperti air mengalir, nanti akan terjawab oleh ketentuan publik dan ketentuan alam,” jelasnya. Sebelumnya, Partai Golkar mulai menimbang-nimbang nama untuk diusung pada pilkada Jawa Barat yang berlangsung tahun depan. Saat ini nama Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi (DM) sudah masuk radar Partai Golkar. Sekjen Partai Golkar Idrus Marham mengungkapkan, partainya tertarik untuk mengusung Dedi menjadi orang nomor satu di Pemprov Jabar. Sebab, Dedi yang juga ketua DPD I Golkar Jabar dikenal dekat dengan rakyat. ”Saudara Dedi aktif melakukan komunikasi dengan rakyat dan pertemuan di mana-mana,” ujar Idrus di kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, kemarin (15/3).Meski demikian, Golkar akan melakukan survei internal terhadap elektabilitas Dedi. Dengan demikian, Golkar nanti tak salah mengambil keputusan. ”Kita akan cek melalui survei, ya,” katanya. Idrus menambahkan, sampai saat ini Dedi masih punya peluang besar untuk diusung pada pilkada Jabar. Parpol lain juga mulai menyiapkan calon yang akan diusung menjadi cagub. Di antaranya, PDIP yang tertarik mencalonkan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan PAN yang berencana mengajukan anggota DPR Desy Ratnasari sebagai calon. Meski demikian, PDIP dan PAN belum secara resmi mendeklarasikan pencalonan keduanya.Sementara itu Partai NasDem segera konsolidasikan Ridwan Kamil (RK) sebagai bakal calon Gubernur Jawa Barat. Langkah-langkah pemenangan Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil akan dilakukan oleh seluruh sumber daya yang ada dipartai besutan Surya Paloh itu. “Pasca deklarasi nanti, Partai NasDem Purwakarta akan mengupayakan langkah-langkah pemenangan RK di Purwakarta. Sosialisasi dan konsolidasi RK sebagai calon yang diusung NasDem akan dilakukan secara all out,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Purwakarta, Onie S Sandy kepada Pasundan Ekspres, melalui seluler, Kamis (16/3). Menurutnya, untuk agenda deklarasi RK sebagai calon gubernur dari Nasdem pada Minggu (19/3) mendatang, Partai NasDem Kabupaten Purwakarta akan mengerahkan sekitar 1000-an kader dan simpatisan untuk hadir di Bandung. “Berangkat malam Minggu, seribuan kader dengan 22 bis,” ujar Kang Onie. Kenapa Ridwan Kamil? Onie menjelaskan, hal ini merupakan intruksi DPP seperti yang diungkapkan Ketua DPW Partai NasDem Jabar, Saan Mustofa. Kang Emil dinilai punya prestasi mentereng selama menjabat Wali Kota Bandung. “Deklarasi rencananya akan dihadiri langsung oleh Ketua Umum DPP Partai NasDem, Surya Paloh,” ungkapnya. Mengutip pernyataan Saan Mustofa, pria yang juga menjabat Wakil Ketua DPW NasDem Jabar itu menilai kemampuan RK dalam mengelola Kota Bandung selama ini cukup baik. “Kang Emil berhasil dengan banyak menerima penghargaan di lembaga-lembaga independen yang kredibel dalam berbagai bidang dari mulai birokrasi sampai hak asasi manusia,” ujarnya.Diketahui sebelumnya, RK menyatakan siap maju di Pilkada Jabar. Namun RK, masih menunggu pinangan partai politik lantaran ia bukan kader parpol manapun. Lalu, sejumlah parpol menyatakan ketertarikannya pada Ridwan Kamil. (yus/mas/jpnn/din)