Beranda EDUKASIA Ribuan Guru Ikut Pre Test

Ribuan Guru Ikut Pre Test

29
0
YUSUP SUPARMAN/PASUNDAN EKSPRES SERIUS. Salah seorang peserta mengikuti Pre-Test di SMKN 1 Subang, kemarin (6/9). Di Subang sebanyak 2.188 guru dari mulai guru TK hingga SMA diuji kemampuannya.

SUBANG-Tak hanya siswa yang diuji atas kemampuannya. Guru pun mendapat perlakuan sama dari pemerintah. Sebanyak 2.188 guru di Kabupaten Subang diuji kemampuannya. Mereka yang mengikuti pre test merupakan guru TK hingga guru SMA. Para guru yang mengikuti pre test merupakan yang belum mengikuti UKG sebelumnya atau guru yang pindah mengajar mata pelajaran.

Saat ini, pre test masih berlangsung. Dilaksanakan selama lima hari, dari mulai 4 hingga 8 September di tujuh Tempat Uji Kompetensi (TUK). Antara lain SMKN 1 Subang, SMAN 2 Subang, SMAN 3 Subang, SMK PGRI Subang dan SMK Pasundan Subang. Ada dua sekolah yang dijadikan dua TUK.

Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Subang, Dedi Supriadi mengatakan, hasil pre test itu akan ditindaklanjuti oleh pemerintah. Mereka nanti akan mengikuti pelatihan dalam Program Keprofesian Berkelanjutan (PKB).
“Nilai standarnya harus 70, kalau kurang, ya itu nanti harus mengikuti pelatihan,” kata Dedi saat meninjau di SMKN 1 Subang, kemarin (6/9).
Mereka yang mengikuti pre test tersebut, kata Dedi, atas dasar penunjukan dari pemerintah. “Orang-orangnya yang ikut pre test itu, bukan oleh kami ditunjuk, tapi langsung oleh pusat berdasarkan data Dapodik,” ujarnya.
Dedi menyebut, pre test tersebut tidak dipungut biaya. “Yang biayainya kan pusat,” kata Dedi.

Operator di TUK SMKN 1 Subang, Tophan Akbar mengatakan, pre test dilaksanakan dengan berbasis komputer. Sebelum mengerjakan soal, para peserta harus melakukan log in terlebih dahulu untuk bisa mengakses soal.
Selama berlangsung, kata Tophan, belum terjadi ada kendala teknis. Kekhawatiran terjadi kendala teknis justru pelaksanaan UKG tahun lalu, karena ketika itu musim hujan sehingga khawatir listrik mati.

Kendala dari peserta sendiri dalam mengoperasikan komputer, kata dia, rata-rata sudah bisa semua. Lantaran peserta kebanyakan guru-guru muda yang mayoritas mampu mengoperasikan komputer.
“Kalau tahun kemarin ada yang dibimbing, pegang mouse juga,” ujarnya.(ysp/din)