Beranda PURWAKARTA Rela Lebaran Di Pintu Rel Kereta

Rela Lebaran Di Pintu Rel Kereta

56
0

PURWAKARTA- Momen lebaran menjadi saat yang paling dinantikan untuk berkumpul bersama keluarga. Tradisi mudik, meski terasa merepotkan dan membutuhkan ongkos yang tak sedikit, namun tetap dilakukan demi bertemu dan berkumpul bersama handai taulan di kampung halaman.

Namun hal itu tak berlaku bagi Suherman. Bahkan, ini bukan tahun pertama ia tidak bisa berkumpul bareng keluarga di Hari Raya Idul Fitri. Tugasnya sebagai penjaga pintu perlintasan Kereta Api, membuat bapak tiga anak harus rela “terpisah” dengan keluarga saat seluruh umat muslim merayakan hari kemenangan tersebut.

Bagi Maman, menjaga keselamatan para pengguna jalan yang melintasi dipintu Kereta Api yang ia jaga jauh lebih penting dan berharga. Selain itu tanggungjawab dan tuntutan pekerjaan yang harus ia jalani pada perusahaan menaunginya.

“Kalau dibilang tuntutan pekerjaan, ada benarnya juga. Tetapi ada hal terpenting, menjaga keselamatan pengguna jalan yang melintasi pintu perlintasan ini,” ujarnya saat ditemui di pintu perlintasan KA Rawaroko Kelurahan Nagri Kaler Kabupaten Purwakarta, belum lama ini.

Meski demikian, Maman mengaku berlebaran dimana pun tempatnya sama saja, tetapi sedikit mengurangi kebahagiaan karena tidak bisa merayakan bersama keluarga.

“Ya rada ngerumas (bawa perasaan, red) juga sih pak di tahun-tahun pertama mah. Tugas menjaga pintu perlintasan ini kan sudah memasuki tahun ke enam, jadi sekarang mah biasa saja,” kata lelaki berusia 45 tahun itu.

Ia pun bersyukur istri dan anak-anaknya mengerti dan memahami betul pekerjaannya, terlebih menjaga keselamatan semuanya baik pengguna jalan dan pengguna jasa kereta api yang sedang menempuh perjalanan.

Pria yang tercatat sebagai warga Kp Parung Dadap, Desa Hegarmanah, Kecamatan Babakan Cikao, Purwakarta ini mengungkapkan, intensitas perjalanan KA pada musim mudik Lebaran cukup tinggi. Sehingga dia harus extra siaga menjaga pintu terlebih diperlintasan Kp rawaroko memiliki dua jalur rel (double track).

Selain itu, lanjut dia, pintu perlintasan KA Rawaroko berada di jantung kota Purwakarta menghubungkan masyarakat di wilayah timur hingga ke bagian barat.

“Pelintasan ini juga berada dipertigaan jalan Rawaroko-Kemuning sehingga kerap stuck pada jam-jam tertentu sangat padat,” ucapnya.(add/dan)