Beranda KARAWANG Rekrutmen TKW Berbau Human Trafficking

Rekrutmen TKW Berbau Human Trafficking

54
0
human trafficking

Calo Gunakan Modus Iming-iming Hutang

KARAWANG-Puluhan perempuan di salah satu desa di Kecamatan Cilebar terindikasi menjadi korban human trafficking atau perdagangan manusia. Mereka diiming-imingi uang pinjaman sekitar Rp8 juta. Modus baru perdagangan manusia tersebut terendus ketika pihak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) melakukan penelitian di Karawang.
“Beberapa waktu lalu memang ada peneliti dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

Mereka meneliti, bahkan menemukan modus baru perdagangan manusia di salah satu desa di Kecamatan Cilebar,” ungkap Sekretaris Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Karawang, Nani Razina, kemarin (4/10).

Nani menjelaskan, penelitian tersebut menggunakan metode wawancara dengan puluhan perempuan setempat. Mereka rata-rata sudah pernah berprofesi bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW).

Dari pengakuan para korban, pelaku mengincar para perempuan dengan keluarga ekonomi rendah. Kemudian, seperti dewa penolong, pelaku menawarkan pekerjaan kepada sejumlah perempuan miskin. Karena para korban memang membutuhkan uang, para pelaku kemudian menawarkan uang pinjaman sebesar Rp8 juta, dengan syarat penggantiannya dapat dilakukan ketika para korban sudah diterima kerja.
“Mereka menawarkan untuk pekerjaan di minimarket-minimarket untuk wilayah Malaysia dan Arab Saudi. Yang lebih parah ada juga mengaku pekerjaan tidak sesuai dan mereka harus mengganti uang pinjaman yang tiba-tiba berbunga tinggi . Dari pinjaman Rp8 juta bisa mengganti hingga Rp20 juta,” ucapnya.

Pihaknya melihat, modus pekerjaan menjadi TKW dengan modal pinjaman ini sangat berpotensi terhadap penjualan manusia. Sehingga, sosialisasi pun terus digalakkan pihaknya untuk memberikan pemahaman kepada calon-calon korban.
“Bisa saja akan terjadi tindakan kekerasan terhadap perempuan. Ini sudah sangat berpotensi terjadi human trafficing,” terangnya.(aef/din)