Beranda KARAWANG Ratusan Pengusaha Belum Bayar Pajak

Ratusan Pengusaha Belum Bayar Pajak

46
0
USEP SAEPULLOH/PASUNDAN EKSPRES BERIKAN SANKSI: Petugas Bapenda dan Satpol PP Karawang menempeli reklame milik pengusaha dengan stiker. Tindakan tersebut dilakukan karena para pengusaha tersebut belum melunasi pajak.

Ditempeli Stiker dan Sanksi Administrasi

KARAWANG-Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) berkerjasama dengan Satpol PP Kabupaten Karawang memberikan sanksi administrasi dan penempelkan stiker “Belum Bayar Pajak” kepada ratusan pengusaha di wilayahnya. Langkah tersebut dilakukan lantaran mereka membandel tak kunjung membayar pajak. Sedikitnya 200 lebih reklame di sepanjang Jalan Tuparev ditempeli stiker peringatan. Hal ini lantaran rekalame tersebut belum melunasi pajak.

Kabid Pajak Lainnya, Ahmad Mustofa mengatakan, sebelum melakukan tindakan, pihaknya sudah memberikan peringatan kepada pengusaha pemilik reklame yang belum membayar pajak.
“Tapi, dari 300 lebih pengusaha yang kami surati, hanya 100 pengusaha yang bayar pajak. Sisanya belum membayar pajak reklamenya,” ujarnya.
Dikatakan Ahmad, sebanyak 200 pengusaha yang tidak mengindahkan surat peringatan itu, selanjutnya diberikan sanksi administrasi dan penempelan stiker yang bertuliskan ‘pengusaha belum bayar pajak’.
“Penempelan stiker ini dilakukan untuk memaksimalkan PAD. Sebab, dari 100 lebih pengusaha yang lebih diberi surat peringatan saja, sudah membayar pajaknya dan masuk ke kas daerah lebih dari Rp500 juta,” katanya.
Dijelaskan Ahmad, kegiatan yang bekerjasama dengan Satpol PP kali ini, sudah berlangsung dua hari, Kamis (7/9) dan Jumat (8/9).
“Pada hari Kamis, kami sudah memasangi stiker kepada 22 pengusaha. Kami akan terus melakukan penempelan stiker kepada semua pengusaha yang belum membayar pajak,” katanya.

Sementara itu Kabid PPUD Satpol PP, Agus Mufti menyatakan, para pengusaha yang ditempeli stiker belum bayar pajak telah melanggar Perda nomor12 tahun 2011 tentang pajak daerah.
“Pengusaha yang berada di jalur tuparev itu tidak membayar pajak reklame, jadi diberikan sanksi,” katanya.
Menurutnya, pengusaha yang tidak membayar pajak itu, antara lain toko penjualan handphond, penjual alat elektronik, penjual mainan, bank dan lainnya.
“Kegiatan ini akan terus dilakukan setiap hari. Sebab kami menerima data dari Bapenda ada 200 lebih pengusaha yang belum mambayar pajak reklamenya,” pungkasnya. (use/din)