Beranda BANDUNG Pupuk Kujang Percepat Distribusi Pupuk

Pupuk Kujang Percepat Distribusi Pupuk

62
0

BANDUNG BARAT- Guna mengantisipasi pembatasan kendaraan berat selama arus mudik dan arus balik Lebaran, PT Pupuk Kujang berupaya mempercepat distribusi pupuk bersubsidi di Jawa Barat-Banten. Hingga dua pekan ke depan, ketersediaan stok pupuk bagi para petani di Jawa Barat dan Banten dinilai sudah aman.

Manager Departemen Komunikasi Perusahaan PT Pupuk Kujang, Ade Cahya menuturkan, percepatan distribusi pupuk akan terus dilakukan hingga tengat waktu pembatasan kendaraan berat. Dalam sehari, sekitar 300 armada dikerahkan untuk menyalurkan 3.000 ton pupuk dari berbagai jenis ke berbagai daerah.

“Kami ingin memastikan bahwa distribusi pupuk bisa sampai tepat waktu kepada para petani, sebelum kendaraan berat yang mendistribusikan pupuk dilarang beroperasi menjelang hari raya Idul Fitri”, kata Ade di Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (5/6).

Menurut dia, saat ini Pupuk Kujang tengah memprioritaskan penyaluran pupuk untuk wilayah Jabar selatan atau Periangan. Pasalnya, akses jalan di wilayah tersebut relatif sulit dilalui.

“Jadi, distribusinya mendapat prioritas. Sementara jalan di wilayah pantura cenderung sudah bagus, apalagi sudah ada tol, sehingga tak ada kendala berarti dari pola distribusi,” ucapnya.

Dia menjelaskan, saat ini stok pupuk urea di Jabar dan Banten mencapai 43.930 ton atau 174 persen dari ketentuan dua minggu ke depan sebanyak 22.536 ton. Untuk pupuk NPK, lanjut Ade, stoknya mencapai 49.463 ton atau 562 persen dari ketentuan dua minggu ke depan sebanyak 6.028 ton. Adapun pupuk organik, stoknya mencapai 7.340 ton atau 347 persen dari ketentuan dua minggu ke depan sebanyak 2.110 ton.

“Untuk pencapaian realisasi penyaluran pupuk urea bersubsidi di Jabar-Banten, sampai dengan 3 Juni 2018, sudah mencapai 262.254 ton. Jumlah itu setara dengan 80,57 persen dari ketentuan dinas pertanian sebanyak 325.482 ton. Stok ini sangat cukup. Bahkan, bisa memenuhi kebutuhan petani setelah lebaran,” katanya.

Khusus untuk kebutuhan pupuk urea bersubsidi di wilayah Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Kota Bandung dan Cimahi, Ade menyebutkan bahwa stok di gudang lini III sampai dengan 3 Juni 2018 telah mencapai 3.312 ton, atau 203 persen dari ketentuan dua minggu ke depan sebanyak 1.626 ton.

“Realisasi penyerapannya di wilayah Bandung Barat, sampai dengan saat ini sudah 6.124 ton atau 73 persen dari ketentuan dinas pertanian sebanyak 8.401 ton,” ujarnya.

Dalam penyaluran pupuk bersubsidi di lapangan, Ade menambahkan, Pupuk Kujang bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk masyarakat yang aktif memonitor penyaluran pupuk untuk sektor tanaman pangan. Dengan demikian, pupuk bisa sampai ke tangan petani dengan prinsip 6T, yaitu Tepat Tempat, Tepat Harga, Tepat Jumlah, Tepat Mutu, Tepat Jenis, Tepat Waktu.

“Kami juga menghimbau kepada para distributor dan pemilik kios, supaya segera menebus pupuk sesuai dengan alokasinya, sehingga tidak terlambat diterima petani. Kami berharap ada komitmen bersama untuk mengedepankan kepentingan petani dan kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi di daerah,” tukasnya. (eko/tra)