Beranda BANDUNG Puluhan Ribu DPT Belum Terekam KTP-el

Puluhan Ribu DPT Belum Terekam KTP-el

47
0

 Jemput Bola Gunakan Darling

NGAMPRAH – Sebanyak 23.940 orang yang tercatat sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 di Kabupaten Bandung Barat (KBB), belum melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcasip) KBB, Wahyu Diguna beberapa waktu lalu.

Menurutnya, perekaman KTP-el untuk DPT sudah mencapai 98 persen. Dari jumlah DPT 1.158.564 orang, hanya 23.940 orang yang belum melakukan perekaman KTP-el.
“DPT yang sudah terekam KTP-el itu mencapai 1.134.624 orang. Artinya, ada sekitar 23.940 orang yang belum terbit KTP-el nya,” kata Wahyu.

Untuk mengatasi masalah ini, lanjut dia, Disdukcasip KBB sudah menyiapkan sejumlah solusinya, salah satunya melakukan percepatan perekaman warga yang terdaftar dalam DPT dengan upaya jemput bola melalui penggunaan kendaraan keliling (darling). Selain itu, pihaknya juga akan menyebarkan data tersebut kepada pemerintah kecamatan untuk difasilitasi.
“Kami juga berupaya mempercepat perekaman dengan menambah alat cetak serta meningkatkan kinerja operator kecamatan. Selain itu, kami juga terus meningkatkan pelayanan dengan mendekatkannya kepada masyarakat,” ujarnya.

Wahyu pun meminta kepada para kepala desa dan camat di KBB untuk memfasilitasi warganya yang belum melakukan perekaman KTP-el. Hal itu sesuai dengan Surat Edaran Bupati Bandung Barat tentang Percepatan Penuntasan Perekaman KTP-el.
“Kami berharap agar semua warga Bandung Barat yang memilili hak pilih bisa berpartisipasi dalam pilkada serentak Juni nanti. Kalaupun ada pemilih yang belum terbit KTP-elnya, masih bisa berpartisipasi dengan menggunakan suket (Surat Keterangan-red),” katanya.

Lebih lanju Wahyu menjelaskan bagi DPT yang sudah melakukan perekaman akan segera dilakukan penerbitkan KTP-el. Namun, jika blangko tidak mencukupi, akan diterbitkan Suket pengganti KTP-el yang fungsinya sama dengan KTP-el.
“Suket ini fungsinya sama dengan KTP-el. Artinya, bagi warga yang belum mendapatkan KTP-el, suket bisa digunakan untuk pencoblosan nanti di TPS,” ungkapnya.

Wahyu juga mengungkapkan, pihaknya kini gencar menyosialisasikan Gerakan Indonesia Sadar Administrasi (GISA) ke sejumlah kecamatan. Melalui sosialisasi itu, diharapkan warga lebih proaktif dalam mengurus dokumen kependudukan.
“Beberapa waktu lalu, kami adakan GISA di Lembang. Dan, Alhamdulillah, respons warga sangat antusias. Ratusan orang yang datang,” pungkasnya. (Sep/ded).
Wahyu Diguna