Beranda BANDUNG Puluhan Perusahaan Buang Limbah ke Citarum

Puluhan Perusahaan Buang Limbah ke Citarum

70
0

Uji Sampel, Walhi Lakukan Tes Laboratorium

NGAMPRAH – Sebanyak 25 perusahaan di Kabupaten Bandung Barat (KBB) diduga membuang limbah cair pabrik ke Sungai Citarum. Salah satu perusahaan yang diduga membuang limbah pabrik ke salah satu anak Sungai Citarum di Desa Batujajar Timur Kecamatan Batujajar itu yakni PT Brother yang bergerak di bidang celup Textile.

Ketua Walhi Jawa Barat, Dadan Ramdan menyebut ada 25 perusahaan di KBB yang membuang limbah pabriknya ke anak Sungai Citarum. Temuan terakhir, PT Brother diduga dengan sengaja membuang limbah cair tanpa melalui proses IPAL (Instalasi Pengolahana Air Limbah).

“Untuk kasus PT Brother, kami menemukan pembuangan limbah itu pada Senin sore (2/4). Dan kemarin (8/4), kami melalui tim lapangan sudah mengambil sampel air nya untuk di uji laboratorium,” kata Dadan saat dihubungi Pasundan Ekspres via sambungan selulernya, Senin (9/4).

Dia menyebut secara kasat mata, air Sungai Citarum yang diambil sampelnya itu nampak tercemar. Namun, untuk membuktikan kadar pencemaran itu harus dilakukan uji laboratorium.

“Uji lab itu penting untuk melihat seberapa besar kadar pencemaran itu, jika hasilnya tidak sesuai baku mutu maka itu sangat berbahaya bagi lingkungan,” ucapnya.

Dadan menjelaskan berdasarkan kasus-kasus sebelumnya, banyak limbah pabrik yang tidak sesuai baku mutu. Padahal, seharusnya limbah yang hendak dibuang itu harus terlebih dahulu melalui proses IPAL.

“Sebenarnya ini tugas pemerintah untuk mrelakukan uji lab air Sungai Citarum. Karena banyak perusahaan bandel yang membuang limbahnya tanpa melalui proses IPAL,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB, Apung Hadiat Purwoko melalui Kabid Pengendalain Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (P2KLH), Aam Wiriawan mengaku belum bisa memastikan dugaan ke-25 perusahaan di KBB yang membuang limbah cair pabriknya ke anak-anak Sungai Citarum. Meski demikian, untuk kasus PT Brother, sebelumnya pada tahun 2017 sudah melakukan kasus yang sama.

“Sebelumnya PT Brother memang sudah diberi sanksi adimistratif berupa teguran, tapi saat ini sanksi itu sudah dicabut,” kata Apung.

Sanksi bagi PT Brother itu, lanjut dia, hanya berupa teguran untuk melakukan perbaikan. Pasalnya, berdasarkan hasil uji pantau menyatakan bahwa PT Brother terbukti melakukan pembuangan limbah cair tanpa proses IPAL.

“Sanksinya karena perusahaan ini belum memiliki IPLC (instalasi pengolahan limbah cair-red). Makanya, kami memberi sanksi teguran untuk perbaikan,” ungkapnya.

Sementara untuk memastikan dugaan pembuangan limbah oleh PT Brother dan puluhan perusahaan lainya, pihaknya akan mendatangi perusahaan-perusahaan tersebut.

“Untuk kepastian kasus yang terbaru ini, besok siang, kami akan mengambil sampel air nya lagi. Bersama petugas lab dari UPT Kabupaten Bandung akan memeriksa air sungai setelah dan sesudah kami mengecek langsung ke pabrik-pabrik tersebut,” ungkapnya seraya menyebut jika terbukti akan memberikan sanksi administratif kepada perusahaan-perusahaan tersebut.

Lebih lanjut Apung menjelaskan sanksi admintrasi itu terdiri dari teguran tertulis, paksaan pemerintah, pembekuan ijin sementara hingga pencabutan ijin.

“Untuk sanksi paksaan pemerintah itu ada 9 item salah satunya penutupan IPAL, pemberhentian proudksi atau penyitaan barang-barang yang menyebabkan pencemaran lingkungan,” pungkasnya. (sep/tra)