Beranda PURWAKARTA Puluhan Kera Turun Gunung

Puluhan Kera Turun Gunung

40
0

PURWAKARTA-Puluhan ekor kera di kawasan obyek wisata kera di Desa Jatimekar Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta mulai turun gunung, Selasa (13/2) sekitar pukul 08.30 WIB. Dahan pohon di tepian tebing batu tampak bergoyang disusul kemunculan puluhan ekor kera dari balik rindangnya pelohonan.

Kedatangan rombongan kera itu merupakan hal biasa pada jam makan pagi. Mereka bermaksud mengambil jatah buah-buahan yang biasa disiapkan sang pawang di sekitar tebing di tepian hutan yang masuk zona kawasan Bendung Jatiluhur sisi barat.

Dua orang petugas (pawang kera) langsung merespon kedatangan rombongan kera. Namun jumlahnya sulit dihitung karena terpencar tak beraturan dan kerap berloncatan.

Untungnya, dua orang pawang yang piket ini sudah siap dengan buah pisang dan rambutan. Dengan cekatan salah seorang dari mereka lalu sibuk melempar buah buahan itu. Sang kera pun tampak sibuk dengan makan paginya.

Pepen dan seorang temanya dengan sabar memperhatikan satu demi satu. Kelompok kera yang asyik menyantap buah baginya setiap kera harus dipastikan makan kenyang pagi itu.

Ditanya mengenai berapa jumlah kera yang biasa turun ditempat itu, Pepen tak menyebut jumlah pasti. “Ada seratusan lebih pak,” terangnya.

Namun demikian, karena sudah hampir setahun lebih mengurus makan kera di tempat itu, Pepen dan rekan rekanya sangat hapal dengan melompok kera itu. “Kalau dicermati dengan seksama, ada tiga kelompok kera yang turun di sekitar tempat ini. Tiap kelompok di pimpin oleh seekor kera mandah (ketua melompok kera). Si mandah ini postur badanya tergolong paling besar, dan tugasnya memberi aba-aba untuk turun atau kembali ke hutan, termasuk memberi sinyal bahaya pada kawanan ini. Jika melihat hal itu si mandah akan menggoyangkan dahan dengan suara pekikan khasnya,” terang Pepen berkisah secara panjang lebar.
Hanya sayang, dibalik pengabdian belasan pawang kera di tempat itu, honorarium yang mereka terima memasuki tahun 2018 ini mengalami keterlambatan.
“Untuk honor bulan Februari ini hingga hari ini belum turun pak. Entah kenapa,” terang Pepen, yang mengaku mendapat honor Rp.1,5 juta per bulan.

Diceritakan Pepen, ada sekitar 15 orang petugas pawang kera yang bertugas bersamanya. Honor diambil di Diporaparbud Kabupaten Purwakarta setiap bulannya. Para pekerja itu masuk dalam kategori Tenaga Harian Lepas (THL) atas kebijakan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi hampir setahun rutinitas itu berjalan,” tutup Pepen.

Sementara itu terkait keterlambatan pembayaran honor petugas pawang kera (THL), Kepala Bidang Pariwisata dan Budaya Disporaparbud Purwakarta, H Hery Anwar SH MH yang ditemui di kantornya, membantah hal itu.
“Siapa yang bilang honor petugas THL pawang kera telat, suruh menghadap saya,” terangnya sedikit berang.

“Tidak benar itu. Mereka itu kan tenaga harian lepas (THL) yang dibayar setelah bekerja. Pembayaran dilakukan pemkab setiap tanggal 30 di akhir bulan. Kalau honor bulan Januari 2018 sudah dibayar, kecuali bulan Februari. Kan baru tanggal 13, bayarnya nanti tanggal 30 Februari. Beda dengan ASN (Aparat Sipil Negara) yang gajianya setiap tanggal muda. Kalau THL itu gajianya tanggal tua. Masa THL mau disamakan gajianya, ya enggaklah,” tutup Heri Anwar.(dyt/din)