Beranda PRO DESA PT Ultra Jaya Diminta Lakukan Kajian Amdal

PT Ultra Jaya Diminta Lakukan Kajian Amdal

38
0
LIMBAH

DLH Tawarkan Teknologi Terbaru Pengelolaan Limbah

NGAMPRAH – Terkait pengelolaan limbah pabrik, PT Ultra Jaya Tbk diminta untuk melakukan kajian analisis dampak lingkungan (amdal) dan kesehatan masyarakat. Pasalnya, permasalahan limbah berbau busuk itu sudah menggangu warga sekitar selama puluhan tahun.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Apung Hadiat Purwoko mengungkapkan, untuk mengantisipasi permasalahan bau busuk limbah itu. DLH telah menawarkan teknologi terbaru kepada Ultra Jaya terkait pengeloalan limbah tersebut. Meski demikian sampai saat ini pihaknya masih menunggu kesiapan dari PT Ultra Jaya.

“Kita tidak bisa maksa. Dan kita tinggal tunggu saja, kapan pihak Ultra bisa menggunakan teknologi ini. Tapi yang jelas perusahaan harus bisa menjamin kenyamanan bagi masyarakat ,” kata Apung belum lama ini.

Dia menjelaskan, kondisi eksisting saat ini terkait pencemaran limbah di lapangan sudah kondusif dan tidak ada lagi keluhan dari masyarakat. Meski demikian, DLH akan memangil PT Ultra Jaya dan konsultan untuk menyelsaikan permasalahan limbah agar tidak terulang kembali permasalahan limbah tersebut.

“Kita ingin ada jaminan dari pihak konsultan terhadap ultra, yang nanti ditembuskan kepada kita,” ujarnya.

Apung menambahkan jika sudah terjadi kesepakatan diantara Pemerintah Daerah, masyarakat dan PT Ultra Jaya akan dilakukan expose terkait penyelsaian masalah tersebut.

“Nanti kita akan lihat, bagaimana kesanggupan pihak ultra terkait masalah limbah ini,” ujarnya

Seperti diketahui, selama puluhan tahun beroperasinya PT Ultra Jaya, warga yang tempat tinggalnya tak jauh di sekitar pabrik, tersiksa dengan bau busuk dari aktivitas pengolahan susu di perusahaan itu. Bahkan tak jarang warga sekitar pun kerap melakukan demo menuntut agar perusahaan tersebut menyelsaikan permasalahan bau limbah itu.

“Bau busuk ini sudah mencemari lingkungan kami.Tujuan kita, hanya ingin pabrik ini menyelsaikan bau busuk,” kata Iwan Abdulrahman salah seoarang warga sekitar pabrik belum lama ini.(sep/tra)