Beranda HEADLINE Polres Dijaga Super Ketat

Polres Dijaga Super Ketat

88
0

Lapas Terima Tiga Napi Terorisme dari Mako Brimob

SUBANG-Pasca ledakan bom dan penyerangan anggota kepolisian di sejumlah daerah, Polri memperketat pengamanan seluruh markasnya. Termasuk di Kabupaten Subang, peningkatan pengamanan tak hanya dilakukan di Mapolres, melainkan juga di seluruh polsek. Untuk sementara, senyum, sapa dan salam, yang selama ini menjadi slogan pelayanan pun seakan hilang.

Seperti di Mapolres Subang, begitu memasuki pintu gerbang, pengunjung akan berhadapan langsung dengan sejumlah personel polisi yang sudah bersiaga. Pengunjung kemudian akan menjalani pemeriksaan super ketat. Beberapa aparat bertugas memeriksa barang bawaan serta kendaraan.

Petugas lainnya memeriksa fisik serta identitas pengunjung. Sementara berjarak hanya beberapa langkah, personel lengkap dengan senjata larang panjang dan rompi anti pelurunya mengamati setiap pengunjung yang masuk.

Setelah dinyatakan aman, pengunjung baru bisa diperbolehkan masuk ke area mapolres. Kapolres Subang, AKBP Muhammad Joni mengatakan, penjagaan ketat kali ini sebagai antisipasi pihaknya dalam mencegah aksi radikalisme yang bisa saja terjadi di Kabupaten Subang.
“Kita bersiaga untuk mengantipasi jika ada aksi-aksi yang tidak diinginkan,” ujar Kapolres.

Di kesempatan yang sama Perwira Pengawas (Pawas) Polres Subang, AKP Nandang Setiawan menambahkan, penjagaan super ketat di Mapolres Subang berlaku selama 24 jam. Setiap pengunjung yang mau masuk ke Mapolres Subang harus melewati pemeriksaan, mulai dari barang bawaan, kendaraan hingga kartu identitas. Namun demikian, ia memastikan pengamanan masih sesuai prosedur yang berlaku.
“Peningkatan pengamanan sudah seusai prosedur,” tandasnya.

Di tempat terpisah, Kepala Lapas Subang, Kadiyono mengatakan, peningkatan pengamanan juga diberlakukan di lembaganya. Pengunjung yang hendak membesuk warga binaan (narapidana) harus melalui beberapa pemerisakan. Sementara di dalam lapas, pihaknya melakukan pendekatan-pendekatan lebih lembut terhadap warga binaan.
“Kita lakukan pendekatan-pendeatan di dalam lapas terhadap para napi dan juga pengetatan di luar lapas bagi pengunjung. Jika ada yang mencurigkan di filter untuk pendeteksian dini,” ungkap Kadiyono.

Kadiyono menyebutkan, saat ini ada tiga napi kasus terorisme di lapas yang dipimpinnya. Namun demikian, demi keamanan, ia enggan menyebutkan data ketiga napi tersebut. Menurut Kadiyono, ketiga napi kasus terorisme tersebut merupakan limpahan dari Mako Brimob.

Kadiyono memastikan, sejauh ini para napi kasus terorismen tidak memperlihatkan gelagat yang mencurigakan. Namun pihaknya tetap melakukan pengawasan bagi para napi di Lapas Subang.
“3 orang napiter disini merupakan limpahan dari Mako Brimob,” pungkasnya.(ygo/din)

t.