Beranda KARAWANG Polisi Tembak Mati Dua Perampok

Polisi Tembak Mati Dua Perampok

83
0

Akibat Melawan dengan Sebilah Samurai

KARAWANG-Kepolisian Resort (Polres) Karawang, kembali melakukan tindakan tegas terukur kepada D dan N yang merupakan pelaku kejahatan dijalanan. Mereka ditembak mati petugas setelah beberapa waktu lalu melakukan penjambretan terhadap Guru Enok, hingga korban tewas setelah terjatuh dari motor.

“Penangkapan kedua pelaku itu berawal dari tertangkapnya anggota komplotan penjahat jalanan wilayah Cikampek beriniaial R, ” ujar Kepala Polres Karawang, Hendy F. Kurniawan, saat pres rilis, Rabu (11/4) di depan kamar mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang.

Menurut Hendy, peristiwa penjambretan terhadap Enok, yang merupakan guru SMP Negeri Cibungur, Kabupaten Purwakarta itu terjadi 27 Maret 2018. Saat itu, korban hendak berangkat mengajar dengan dibonceng motor oleh suaminya.

Ketika melintas di Jalan A. Yani, Cikampek motor yang ditunggangi korban dipepet motor pelaku. Korban yang mempertahankan tasnya kemudian terpelanting dan kepalanya membentur aspal. “Kami sudah lama memburu kedua pelaku, namun baru tadi malam mereka tertangkap,” ujar Hendy.

Dijelaskan, para pelaku kejahatan di jalan itu terlacak, setelah sebelumnya polisi membekuk kelompok mereka, R. Dari hasil pengembangan pemeriksaan terhadap R itulah muncul identitas pelaku penjambretan guru Enok.

Tanpa kesulitan berarti polisi berhasil menangkap mereka di lokasi persembunyiannya. Namun saat mereka digiring untuk menunjukan tempat persembunyian anggotan lainnya, mereka malah melawan petugas dengan sebilah samurai yang disembunyikan di suatu tempat.

“Melalui tindakan terukur, akhirnya anggota kami bisa melumpuhkan mereka. Tetapi saat akan diselamatkan dibawa ke Puskesmas, nyawa keduanya tidak terselamatkan, ” kata Hendy.

Ia menambahkan, komplotan begal tersebut sering beroperasi di plyover Cikampek dan Pantura wilayah Kota Baru. Mereka biasa beraksi dini hari dengan sasaran para wanita yang membawa tas di bagian belakang atau diselendangkan di lengan.

“Korban bisanya adalah para karyawan yang akan berangkat atau pulang kerja. Kami imbau wanita yang bawa tas sambik mengendarai sepeda motor sebaiknya disembunyikan di dalam jaket atau ditaruh di bagian depan badan,” pungkasnya. (use/tra)