Beranda HEADLINE PNM Pamerkan Produk Nasabah Unggulan di PLUT Subang Expo

PNM Pamerkan Produk Nasabah Unggulan di PLUT Subang Expo

21
0
VINNY DINA RAHAYU/PASUNDAN EKSPRES PERESMIAN: Perwakilan Kementrian Koperasi UKM beserta Bupati Subang Hj Imas Aryumningsih SE didampingi Pemimpin PT PNM Cabang Subang, Deden Yoga Nugraha meresmikan Plut Subang Expo di gedung PLUT UMKM Kabupaten Subang.

SUBANG-PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM berpartisipasi dalam rangkaian acara PLUT Subang Expo 2017, kemarin (7/12). Tujuannya untuk memajukan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Subang.

Dalam PLUT Subang Expo 2017, PNM memamerkan beragam produk unggulan serta mensosialisasikan sistem pembiayaan UMKM yang disampaikan langsung oleh Pemimpin Cabang PNM Subang, Deden Yoga Nugraha.

Kegiatan yang diselenggarakan Pemkab Subang dan Pusat Layanan Usaha Terpadu – Pendamping KUMKM, dihadiri sekitar 250 pengunjung.
Direktur Bisnis 2 PNM, Bambang Siswaji mengatakan, kegiatan PLUT Subang Expo 2017 memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM dan calon pelaku UMKM untuk dapat mendapatkan pengetahuan dalam dunia usaha UMKM. Beragam produk yang dipameran, menurutnya, dapat memberikan inspirasi bagi pengunjung untuk berinovasi.

Di kesempatan itu, lanjut Bambang, pihaknya turut menggandeng (jumlah nasabah yang terlibat) nasabah binaan PNM program Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) untuk memamerkan produk unggulan mereka.
“Nasabah kami pun mendapat kesempatan untuk memperluas jaringan usaha melalui kegiatan ini. Salah satu nasabah PNM ULaMM yang turut memamerkan usahanya adalah Bapak Duryata Nasabah UlaMM Kandanghaur PNM Cabang Subang yang memiliki usaha produksi kecap manis,” ungkapnya.

Dikatakan Bambang, pihaknya menyadari bahwa calon pelaku UMKM kerap merasa ragu untuk mengajukan pembiayaan dari lembaga keuangan maupun perbankan, karena ketakutan akan syarat-syarat yang memberatkan mereka, serta kurangnya pengetahuan bagaimana cara mengelola keuangan dan modal yang baik agar memberikan keuntungan.
“Sehingga dalam acara ini, PNM akan mensosialisasikan sistem pembiayaan dan pendampingan usaha yang kami berikan. PNM tidak hanya memberikan pembiayaan, tetapi pendampingan dan pelatihan yang bedasar pada kebutuhan yang diperlukan nasabah melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU),” tambah Bambang Siswaji.

Seperti diketahui PNM merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang ekonomi kerakyatan melalui pembiayaan, pendampingan dan jasa manajemen kepada pelaku usaha ultra mikro, mikro, kecil dan menengah (UMKM). Selama ini PNM memiliki dua produk unggulan, yaitu Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) yang khusus memberikan pembiayaan usaha kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah yang disertai dengan program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU).

Program PKU memberikan pelatihan, pendampingan serta jasa menajemen kepada nasabah ULaMM yang disesuaikan dengan kebutuhan para nasabah, program ini menjadi keunggulan PNM yang membedakan dengan lembaga pembiayaan lainnya. PKU itu sendiri merupakan salah satu Program yang dilesenggarakan secara kontinyu di setiap kantor Cabang PNM dan Kantor Unit UlaMM dimana untuk pelaksanaannya PKU Cabang dilselenggarakan selama dua kali dalam satu tahun. Sedangkan untuk PKU Unit diselenggarakan selama tiga kali dalam satu tahun. Di Cabang Subang sendiri Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) terdiri dari 10 Unit yang tersebar di 3 Kabupaten, 2 Unit di Purwakarta, 5 Unit di Subang, dan 3 Unit di Indramayu.

Selain itu, produk kedua PNM yaitu Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) merupakan produk pembiayaan usaha yang diberikan kepada kelompok perempuan prasejahtera produktif pelaku usaha ultra mikro. Untuk Mekaar di area Subang, Purwakarta, Indramayu berjumlah terdiri dari 24 kantor cabang Mekaar.
Saat ini PNM secara Nasional memiliki 1.882 kantor layanan, yang terdiri dari 63 kantor cabang PNM, 631 kantor layanan ULaMM dan 1.188 kantor cabang Mekaar.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Subang, H Ugit Sugiana mengatakan, PLUT Subang Expo sebagai upaya agar masyarakat mencintai produk unggulan asli daerah. Acara ini diikuti 1.000 orang yang terdiri dari penggerak koperasi, pelaku UMKM, pelajar dan mahasiswa serta masyarakat umum. “Diharapkan peluang mediasi pelaku usaha dengan lembaga pembiayaan ada kemitraan,” ungkapnya.

Turut hadir dalam acara tersebut, perwakilan Kementerian Koperasi Asisten Deputi Pendampingan Usaha Eviyanti Nasution, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jabar Dudi Sudrajat, Ketua Dekopinwil Jabar, Muspida, dan Pimpinan Cabang Bank bjb Subang, BNI dan BRI serta tamu undangannya lainnya. Beberapa kegiatan dalam expo antara lain, gelar produk koperasi, lomba kreasi masak nanas, expo pembiayaan dari lembaga pembiayaan, penyerahan Nomor Induk Koperasi (NIK) dan Ijin Usaha Mikro Kecil (IUMK) serta sosialisasi rumah pangan dan pengembangan koperasi.

Bupati Subang, Hj Imas Aryumningsih, mengapresiasi Subang PLUT Expo ini dan berterimakasih atas hibah gedung PLUT KUMKM dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Koperasi. “Koperasi ini merupakan wujud perekonomian atas kebersamaan masyarakat sehingga menjadi penting untung meminimalisir permasalahan sosial,” ungkapnya.

Menurutnya, kehadiran PLUT sangat diharapkan perannya dalam mendorong dan meningkatkan kemampuan daya saing pelaku usaha. “Saya mengimbau agar instansi lembaga dan seluruhnya besinergi untuk mengangkat produk-produk unggulan daerah kita, sehinga produk kita bisa naik kelas,” tutupnya.
Pada kesempatan tersebut, Kementerian Koperasi UKM yang diwakili Deputi Restrukturisasi Usaha, Ir. Abdul Kadir Damanik, menyerahkan Gedung PLUT secara resmi kepada Pemkab Subang. Gedung yang beralamat di Jalan KS. Tubun No. 40 Subang, menjadi gedung ke 40 yang secara resmi diserahkan kepada pemerintah daerah. Demikian diungkapkan Abdul Kadir Damanik.

Program PLUT, Damanik menjelaskan, diluncurkan pada 2013 dan hingga tahun 2017 telah dibangun sebanyak 51 unit yang tersebar di seluruh Indonesia. Lahan pembangunannya, disediakan Pemerintah Daerah, dan untuk biaya gedung ditanggung dari kementerian. Untuk mengisi peralatan gedung ditanggung oleh Pemda, sementara untuk biaya oprasional dari kementrian yang sifatnya sementara anatara 3-5 tahun. “Di PLUT terdapat lima orang tenaga pendamping dari kementerian sesuai keahlian masing-masing. Ada produksi pembiayan, pemasaran, kerjasama dan lainnya,” tambahnya.
Damanik mewanti-wanti kepada Pemkab yang menjadi pengelola, jangan sampai dialihfungsikan bangunannya untuk dipakai selain dari program UMKM. “Jangan sampai seperti daerah lain dialih fungsikan, karena dari 51 baru 40 yang diserahterimakan, sisanya masih kita diskusikan,” tutupnya.(adv/rls/vny/ygo/vry/ded/din)