YUGO EROSPRI/PASUNDAN EKSPRES TINGKATKAN LAYANAN: Sejumlah warga memanfaatkan layanan di kantor PLN Rayon Subang, di Jalan DI Panjaitan.

Dua Kecamatan Rawan Pencurian Listrik

SUBANG-PLN Rayon Subang mengaku terus merugi akibat aksi penyusutan listrik. Penyusutaan diakibatkan masih maraknya pencurian listrik yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Supervisor Teknik Transaksi Energi PLN Rayon Subang, Fitor Rhamdani mengatakan, selama bulan Agustus 2017 telah terjadi penyusutan listrik hingga 3 juta KWH. Penyusutan listrik, kata Fitor, paling banyak ditemuka di Kecamatan Purwadadi dan Kalijati. Sebagai kawasan industri, dua kecamatan ini dianggap rawan kasus pencurian listrik.
“Dari 3 juta KWH, jika dirupiahkan kerugiannya mencapai Rp3 miliar,” ungkap Fitor kepada Jabar Ekspres, kemarin (4/9).

Masih menurut Fitor, penyusutan listrik lebih disebabkan faktor teknis, seperti adanya kesalahan pelanggan. Bahkan paling dominan diakibatkan maraknya pencurian listrik.

Saat ini melalui bagian teknik, pihak PLN sudah mulai melakukan perbaikan pada tegangan ujung. Terutama pada bagian trafo.

Dikatakan Fitor, kasus pencurian listrik banyak dilakukan oknum di luar PLN. Seperti kasus pencurian listrik dengan modus mempengaruhi putaran listrik. Hanya dengan cara memasang jumper, bisa mempengaruhi putaran daya listrik.
Selain itu, kata Fitor, tahun ini pihaknya sedang menggalakan program listrik desa. Sedikitnya 2.000 kepala keluarga (KK) akan mendapat bantuan listrik desa. Sebagai langkah awal, program tersebut akan dijalankan di Kecamatan Subang bagi 800 KK.
“Kuota program lisdes di Kabupaten Subang ada 2.000 KK. Bulan ini, PLN Rayon Subang mendapat kuota sebanyak 800 rumah (KK) untuk lisdes,” jelasnya.
Disinggung siapa saja yang akan mendapatkan program listrik desa, kata Fitor, para penerima listrik desa berdasarkan data yang diajukan pemerintah desa.(ygo/din)