Beranda PRO DESA Pintu Air Cileuleuy Rawan Meluap

Pintu Air Cileuleuy Rawan Meluap

387
0
YUGO EROSPRI/PASUNDAN EKSPRES SEMAKIN TINGGI. Debit pintu air Cileuleuy semakin naik setiap ada hujan yang diakibatkan sampah dari TPA Panembong dan endapan pasir dari galian C.

Banyak Sampah dan Endapan Pasir
SUBANG-Pintu air Cileuleuy rawan meluap, karena air bawaan dari galian c mengendap di bantaran pintu air. Hal tersebut, harus diwaspadai terlebih musim hujan bisa menyebabkan banjir. Masyarakat diimbau jangan membuang sampah sembarangan, karena dikhawatirkan terjadi penyumbatan saluran air.
Petugas pintu air Cileuleuy Asep (37) mengatakan saat ini hujan yang terus turun menjadikan debit air di pintu air Cileuleuy naik. Air bisa terlihat dari ukuran pembatas pintu air. Asep meminta bantuan kepada Pemkab Subang untuk segera membuatkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Pasalnya, TPA Panembong sampahnya sering hanyut terbawa air ke pintu air Cileleuy.
“Setiap hari kita mendapatkan banyak sampah dari TPA Panembong,” ungkapnya.
Sampah dari TPA Panembong, Asep menuturkan, terbawa ketika hujan tiba. Asep harus berjaga selama 24 jam untuk membersihkan sampah di pintu air Cileuleuy agar tidak terlalu banyak penyumbatan. “Khawatirnya air bisa meluap dan mengakibatkan banjir. Makanya kita terus berjaga selama 24 jam untuk mengontrol pintu air Cileuleuy ini,” katanya.
Selain itu, Asep menambahkan, penyebab rawannya luapan air, adanya tanah yang berasal dari galian C di daerah Cijambe. Endapan tanah tersebut meninggi, sehingga debit air menjadi naik dan harus segera dilakukan pengerukan di jalur pintu air Cileuleuy. “Sedimen tingginya mencapai 5 meter dari airnya yang hanya 3 meter. Para petugas penjaga pintu air Cileuleuy melakukan pengerukan secara manual, namun tetap saja dikarenakan air bawaan galian c yang di atas,” tambahnya.
Terkait hal tersebut, Asep sudah melakukan konfirmasi kepada Pemkab Subang, namun tidak ada tanggapan yang jelas.

“Izinnya dari Dinas Pertambangan. Saya berharap adanya pembuatan kolam filterisasi lumpur, sehingga air bawaan tanahnya tidak mengalir ke pintu air Cileuleuy,” ujarnya.
Menurut Asep, ketebalan sedimen 5 meter jika tidak diakukan pengerukan akan membatu. Susah jika sudah bercampur pasir dan ketebalannya bisa bertambah 18 centimer perharinya.

“Panjang saluran induk mencapai 500 meter, belum lagi saluran tersiernya. Pokoknya hal ini harus menjadi perhatian bersama dan pihak Pemkab Subang harus melakukan penataan lagi,” ungkapnya.
Sementara itu, warga sekitar Mimi (30) mengaku sering melakukan aktivitas mencucui baju di jalur pintu air Cileuleuy tersebut. Sekarang, tidak bisa lagi mencucui baju karena ada sedimen tanah yang mengendap di sepanjang jalur aliran saluran pintu air tersebut. “Kami semua di sini sudah gak bisa nyuci baju lagi, gara-gara sedimen tanah ini,” katanya.(ygo/vry)