Beranda PRO DESA Petani Pesimis dengan Hasil Panen

Petani Pesimis dengan Hasil Panen

43
0
EKO SETIONO/PASUNDAN EKSPRES GAGAL PANEN: Petani Desa Mekarwangi Lembang merugi akibat kuranya pasokan air. Sayuran menjadi terserang hama.

Akibat Kekurangan Pasokan Air

LEMBANG– Walaupun sesekali sudah turun hujan, petani di kawasan Lembang Kabupaten Bandung Barat pesimis hasil pertaniannya bisa dipanen semua. Sebab, air hujan tetap tak bisa mengairi ladang pertaniannya.

Petani asal Desa Mekarwangi Lembang Cahya mengaku, turunnya hujan tak serta merta membahagiakan dirinya, karena tanaman brokoli miliknya sudah tidak bisa dipanen. Alhasil, kerugian yang harus ia tanggung mencapai puluhan juta rupiah.
“Tanaman sudah mati, karena pengairan tidak sampai ke sini. Percuma dipanen juga, lebih baik menunggu musim hujan, tanahnya mau ditanam tanaman baru,” katanya, kemarin

Akibat jarang diairi, daun brokoli mudah terkena penyakit hama ulat atau kupu-kupu sehingga jadi berlubang dan kering. Dia menyebutkan, lahan pertanian miliknya seluas 2.800 meter persegi, sebagian besarnya dimanfaatkan untuk menanam brokoli.

Untuk pengairan, ia hanya memanfaatkan air tadah hujan karena di sekitar lahan pertaniannya tidak tersedia sumber mata air, “Untungnya, tanaman cabai masih bisa dipanen, tapi jumlahnya tidak seberapa dibanding brokoli,” ujarnya.
Kejadian gagal panen sering dialaminya setiap musim kemarau, namun tahun ini dampaknya cukup parah. Pasalnya, dalam jangka waktu sebulan ke depan, brokoli sudah masuk masa panen, “Dari awal tanam, butuh sekitar 80 hari hingga ke masa panen, sekarang sudah sekitar 60 harian, berarti sebulanan lagi sudah panen,” tuturnya.

Dia mengaku, akan membiarkan dulu tanaman brokoli ini membusuk hingga menjelang awal masa tanam nanti. Jika sudah masuk musim hujan, semua tanaman ini akan dibuang.
“Percuma, apa yang mau dipanen. Jadi dibiarkan dulu seperti ini. Paling nanti diganti sama tanaman yang cocok saat musim hujan, seperti tomat dan cabai,” bebernya.
Dia menerangkan, selain dirinya, petani lainnya juga merasakan hal sama. Mereka pasrah dengan kondisi cuaca yang tak menentu seperti sekarang. Agar tetap mendapat penghasilan, petani hanya tinggal berharap dari hasil tanaman lain selain brokoli.

“Rata-rata petani di sini menanam brokoli, semuanya ga punya lagi persediaan air. Soalnya, airnya hanya diperoleh dari gunung di Desa Suntenjaya dan itu pun mesti dibeli, dan harus keluar uang lagi buat ongkos angkutnya,” lanjutnya.
Petani lainnya, Tarsih juga mengalami hal serupa, dia juga lebih memilih menunggu musim hujan tiba dan membiarkan lahannya kosong.
“Kerugiannya enggak terlalu banyak, soalnya kebunnya juga enggak luas. Sekarang lahannya mending dikosongkan, nunggu hujan turun,” ujarnya.
Tarsih bersama suaminya berencana akan menanami lahan kebun sayuran miliknya di musim hujan nanti. Dirinya akan menanam sayur tomat dan cabai domba. “Nanti coba tanam tomat dan cabai, semoga hasilnya memuaskan,” katanya.(eko/ded)