Beranda EDUKASIA Perubahan Nama Sekolah Hilangkan Kebanggaan Kecamatan

Perubahan Nama Sekolah Hilangkan Kebanggaan Kecamatan

145
0

SUBANG-Rencana perubahan nama sekolah tingkat SMA/SMK negeri di Jawa Barat dinilai tidak subtansial. Banyak pihak menilai nama sekolah lebih baik tidak dirubah.
Anggota Komisi IV DPRD Subang, Nurul Mu’min menuturkan, semestinya nama sekolah dibiarkan seperti saat ini. Perubahan nama, menurutnya akan menghilangkan identitas kecamatan.
“Biarkan saja namanya seperti itu dengan identitas tempat masingg-masing menggunakan nama kecamatan,” ungkap politisi Partai Demokrat itu kepada Pasundan Ekspres.
Dia merupakan salah seorang yang tidak setuju dengan pengelolaan SMA/SMK oleh provinsi. Ia berharap pengelolaan SMA/SMK kembali lagi oleh kabupaten/kota.
“Saya berharap justru pengelolaan SMA/SMK kembali lagi ke kabupaten/kota, supaya kewenangan dan kebijakan tidak dirubah-rubah,” jelasnya.
Dia mengatakan, ada regulasi-regulasi yang kurang subtansial diterapkan untuk SMA/SMK saat ini. Salah satunya mengenai perubahan nama sekolah. Bahkan menurutnya, saat ini minim koordinasi SMA/SMK ke pemerintah daerah.
“Termasuk ya itu urutan angka untuk penamaan SMA/SMK tidak substansial,” jelasnya.
Wakil Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Subang, Edi Sugandi menuturkan, perubahan nomenklatur sekolah kemungkinan dilihat dari sisi administrasi mempermudah dalam mengingat jumlah sekolah tiap kabupaten/kota.
“Tetapi menghilangkan kebanggaan wilayah kecamatan,” ujarnya.
Kepala SMAN 1 Subang ini mengatakan, walaupun sekolah negeri menjadi milik provinsi, tapi secara geografis berada di masing-masing kecamatan yang melekat dalam nama masing masing sekolah.
Ketika terjadi perubahan nama sekolah, banyak yang mesti dilakukan oleh sekolah. Salah satunya perubahan logo sekolah.
“Banyak hal yang perlu dilakukan oleh sekolah ketika nomenklatur itu sudah jadi, perubahan logo sekolah di antaranya,” ujarnya.
Meskipun ada perubahan nama, pihak sekolah berharap ada dampak perubahan pengelolaan pendidikan. “Yang penting penataan ini akan berimbas perbaikan dalam pengelolaan pendidikan inilah harapan kami,” pungkasnya.(ysp/din)