Beranda KARAWANG Pertamina Buka Kios BBM Darurat

Pertamina Buka Kios BBM Darurat

84
0

Tersedia di Jalur Alternatif Mudik

KARAWANG-PT Pertamina bakal mengantisipasi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di jalur alternatif mudik saat Lebaran 1439 H mendatang. Melalui Pertamina MOR (Marketing Operation Region) III akan membuka sejumlah kios BBM darurat di jalur tersebut. Rencana pendirian kios BBM darurat itu bahkan telah dikoordinasikan dengan pihak kepolisian setempat.

“Kami telah mendapat masukan dari Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana jika wilayah Kabupaten Karawang terdapat beberapa jalur alternatif mudik. Pada jalur tersebut sering terjadi penumpukan kendaraan ketika jalan arteri dan tol dilanda kemacetan panjang,” ujar General Manager Pertina MOR III, Erry Widiastono, saat melakukan monitoring pasokan BBM di rest area KM 57 tol Jakarta – Cikampek, Kamis (17/5).

Menurutnya, agar para pemudik yang melewati jalur alternatif tidak kesulitan membeli BBM, Pertamina akan mendirikan kios-kios BBM darurat. Harga BBM pada kios itu dijamin sesuai standar Pertamina.

Dikatakan, selain mendirikan kios darurat di jalur alternatif, Pertamina MOR III juga telah membuat sejumlah setrategi untuk mengantisipasi kelangkaan BBM dan LPG selama Ramadan dan musim mudik Lebaran 1439 H.

“Kami telah menyiapkan penambahan stok dan sarana fasilitas pendukung untuk memastikan kesediaan suplai BBM dan LPG di masyarakat aman,” kata Erry.

Disebutkan Erry, persiapan satuan tugas dalam menghadapi Ramadan dan Idul Fitri dipastikan optimal. Pertamina bakal siaga penuh untuk memberikan pelayanan terbaik dan memberikan kemudahan akses bagi masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan BBM dan LPG.

Menurutnya, perkiraan kenaikan permintaan BBM di wilayah MOR III yang meliputi provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten selama Ramadan dan Lebaran diperkirakan msncalai 9,4 persen dari kebutuhan normal. Kenaikan perminataan sebesar itu untuk BBM jenis Gasoline seperti Premium, Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo. Sementara, untuk jenis Gasoil seperti Solar, Dexlite dan Pertamina Dex diprediksi mengalami penurunan sekira 3,8 persen.

Selain itu, untuk produk LPG di wilayah MOR III pun diperkirakan akan mengalami kenaikan permintaan dibandingkan konsumsi normal tahun 2018 yaitu sebesar 10,1 persen untuk produk LPG 3 Kg dan kenaikan permintaan LPG Non PSO dibandingkan konsumsi normal tahun 2018 seperti Elpiji 12 Kg naik 1,4 persen , Bright Gas 12 Kg naik 18,6 persen dan Bright Gas 5,5 kg diperkiraan akan naik sebesar 39 persen.

Dijelaskan, dengan perkiraan tingginya permintaan tersebut nanti, Pertamina MOR III telah menyiapkan beberapa sarana fasilitas pendukung guna menjamin kesediaan BBM dan LPG tercukupi di masyarakat.

“Kami siapkan 50 SPBU kantong yang tersebar di berbagai lokasi guna memperpendek jarak dan waktu tempuh mobil tangki menuju titik lokasi SPBU untuk kebutuhan suplai. Tidak hanya SPBU Kantong, kami pun menyiapkan 12 SPBBE Kantong yang siap beroperasi menjaga kehandalan stok LPG di wilayah MOR III bahkan selama masa SATGAS pertamina juga menyiapkan sejumlah pangkalan siaga LPG yang akan tetap buka meskipun di hari libur,” terang Erry.

Erry pun menambahkan Pertamina MOR III pun akan menyiapkan 3 Mobil Tangki PTO berdispenser dan 23 Kios Kemasan untuk memperbanyak akses tempat pengisian BBM agar masyarakat dapat dengan mudah memperoleh akses mengisi BBM untuk kendaraannya selama mudik lebaran nanti.

Erry pun menerangkan, Kios Kemasan yang disiapkan sudah dipetakan tersebar sebanyak 9 titik di jalur Reguler Non-Tol dan 14 titik di jalur Tol yang menjadi titik lalu lintas perjalanan mudik tahun ini.

Dalam mengantisipasi kemacetan untuk mensuplai BBM, Pertamina menyediakan motor kemasan BBM yang akan beroperasi apabila kondisi dilapangan menunjukkan kondisi emergency dan terjadi kejadian kemacetan panjang yang berangsur lama. Sebanyak 30 unit motor kemasan di 20 titik wilayah MOR III diantaranya 8 titik di jalur regular dan 12 titik di jalur tol akan disiapkan Pertamina. (use/tra)