YUSUP SUPARMAN/PASUNDAN EKSPRES KHARISMATIK: Asep Kahlan diantara para siswanya saat peringatan HUT SMA PGRI 1 Subang, beberapa waktu lalu.

Sempat jadi Dosen, Pilih Fokus Kembangkan Sekolah

Nama Asep Kahlan sudah tak asing lagi di dunia pendidikan di Kabupaten Subang. Pria pemilik nama lengkap Drs Asep Kahlan Husen MMPd ini tak pernah berhenti terus memajukan sekolah yang kini dipimpinnya sejak tahun 2009 silam. Menjadi Kepala SMA PGRI 1 Subang, tekadnya untuk membuktikan sekolah swasta bisa maju dan banyak diminati.

YUSUP SUPARMAN, Subang

Mengawali profesinya sebagai tenaga pendidik pada tahun 1990 di salah satu sekolah di Bandung, saat itu Asep Kahlan masih berstatus mahasiswa di FKIP Unpas Bandung.

Menjadi pendidik sekaligus menjadi mahasiswa, ia jalani dengan senang hati. Meski harus membagi waktu, namun akhirnya kewajiban-kewajibannya tersebut dilaksanakan dengan baik.

Tak hanya sibuk di Bandung, ia pun pada tahun 1991 sebelum lulus dari kuliahnya mengajar juga di SMK PGRI Subang. Tak lama kemudian mengajar juga di SMA PGRI 1 Subang.

Pria kelahiran Subang, 11 Januari 1968 silam itu pun akhirnya lulus dari pendidikan Sarjananya pada tahun 1992. Satu tahun berselang setelah lulus, pada tahun 1993 ia diangkat menjadi CPNS di SMAN 1 Teluknaga Tangerang.

Pengabdiannya ia laksanakan di Tangerang selama kurang lebih empat tahun. Tahun 1997 ia kembali lagi ke Subang bertugas di SMAN 3 Subang. Tak di satu sekolah saja, ia pun mengajar di SMA PGRI 1 Subang atau akrab dikenal Smakot.

Di dua sekolah itu ia sempat mengemban tugas sebagai wakil kepala sekolah. Ia pun tercatat sebagai kepala sekolah berprestasi.

Karena menurutnya pendidikan sangat penting, ia pun memutuskan diri untuk kuliah kembali. Ia lantas lulus dari pendidikan pascasarjana jurusan manajeman pendidikan di Uninus tahun 2006.

Pengalamannya tak hanya sebagai guru di sekolah saja, ia pun mencatatkan sejarah dalam perjalanan hidupnya pernah menjadi dosen di STKIP Subang, Akbid Subang dan STKIP Sukabumi.

Babak baru dalam perjalanan hidupnya di dunia pendidikan di mulai tahun 2009. Tahun dimana ia dipercaya sebagai Kepala Sekolah di SMA PGRI 1 Subang. Hingga kini, amanah itu masih ia emban.

Sejak saat itulah, pria yang memiliki tiga orang anak dari istrinya itu mulai fokus untuk mengembangkan sekolah yang dipimpinnya. Tahap demi setahap dilakukan. Perlahan namun pasti ia coba buktikan bahwa membangun sekolah swasta untuk bisa sampai maju, perlu perjuangan yang tak mudah.
“Setelah diangkat saya mulai fokus, bagaimana caranya mengembangkan kemampuan akademik dan non akademik siswa di SMA PGRI 1 Subang. Saya menyadari sebagai kepala sekolah swasta, di mana sekolah swasta masih dinomor dua kan setelah negeri,” kata kepala sekolah yang tertarik dengan dunia seni ini, di ruang kerjanya, kemarin.

Oleh karena itulah ia berupaya dengan tim yang ada yakni guru-guru untuk meningkatkan kualitas sekolah. Sekolah yang berkualitas sebagai dampak dari siswa-siswinya yang berprestasi baik di akademik maupun non akademik.

Ia menyebut sekolahnya ini sudah terkenal saat ini. Prestasi-prestasi non akademik siswanya-lah yang membuat sekolahnya terkenal.
Ada beberapa prestasi yang menurutnya membanggakan antara lain pertukaran pelajar tingkat nasional, pelayaran pramuka tingkat nasional, raimuna tingkat nasional dan Asean dan prestasi lainnya.
“Keberhasilan ini adalah dari suatu teamwork yang dibangun dengan kekeluargaan dan kebersamaan, sehingga prestasi siswa muncul ke permukaan,” katanya.

Lantas apa lagi yang membanggakan selama menjadi kepala sekolah? Ia menguraikan beberapa hal. Mulai dari pembangunan sarana sekolah yang megah dan memiliki ciri khas, memberikan ciri khas siswa-siswi dengan seragam, pembinaan religus, menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi dan perusahaan, hingga pengakuan sebagai sekolah swasta yang mampu menampung siswa dengan jumlah yang cukup banyak yakni 1.224 orang.
“Jumlah 1.224 orang siswa untuk sekolah swastt itu nilai yang sangat fantastis baik ruang lingkup Subang maupun Jabar. Sebab jarang sekolah swasta menembus angka itu,” jelas kepala sekolah yang disebut tegas oleh guru-guru dan siswanya itu.

Sebagai pecinta seni, ia pun bersama guru-guru aktif membuat kegiatan-kegiatan gebyar di sekolahnya pada momen-momen tertentu. Seperti peringatan HUT RI, Sumpah pemuda dan lainnya. Kegiatan pagelaran seni digelar agar terlihat sekolahnya meriah dan aktif berkegiatan.

Sebagai orang yang senang berorganisasi, ia pun tak pernah jauh dari kegiatan organisasinya. Kini ia tercatat sebagai Ketua PGRI Kecamatan Subang dan juga sebagai pengurus MKKS SMA Kabupaten Subang.(ADV/ysp/din)