Beranda OPINI Percepat Pendidikan yang Merata dan Berkualitas

Percepat Pendidikan yang Merata dan Berkualitas

294
0

Oleh : Didin Mahpudin
Kabid Kebudayaan Disdikbud Subang

Pendidikan merupakan salah satu alat untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, Cita-cita bangsa Indonesia sejak dilahirkan 72 tahun yang lalu. Membangun pendidikan tanpa arah dan tak terukur semakin biaslah dunia pendidikan. Membangun tanpa tahu apa yang harus dikerjakan.

Secara kasat mata Pendidikan dapat dilakukan dimanapun, kapanpun, bagaimanapun. Terlihat sangat sederhana dan penuh makna, seperti difilm-film semisal kisah wiro sambleng ingin jadi pendekar ya berguru ke sito gendeng jadilah pendekar, seorang santri ingin pinter ngaji berguru pada kyai jadilah pinter ngaji, seorang ingin jadi sinden berguru ke sinden jadilah sinden. Akan tetapi sekarang ini peserta didik mau jadi apa gak jelas berguru kepada banyak guru, hasilnya…???. Sejak kapan lahir kata PENDIDIKAN? dalam berbagai percakapan populer…belajar apa? Dimana belajarnya? Siapa yang ngajarnya?  Berapa lama belajarnya? Bagaimana mengajarnya?

Meskipun tidak punya alasan, saya yakin bahwa “pokok”, “dasar”, “business core”, PENDIDIKAN adalah BELAJAR. Paradigama yang harus kita gelorakan tuk Percepat Pendidikan Yang Merata dan Berkualitas. Setelah memiliki guru yang professional, siswa yang mau belajar selanjutnya mewujudkan sekolah yang berkualitas. Peningkatan kualitis pendidikan  tidak lain dan tidak bukan yaitu meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Sebagai kuncinya adalah dengan Kepemimpinan (Leadership) dan strategi manajemen (Strategic Management) dalam pendidikan.

Salah satu fakar mendefinisikan Kepemimpinan (Leadership) adalah perilaku dari seorang individu yang memimpin aktifitas-aktifitas suatu kelompok kesuatu tujuan yang ingin dicapai bersama (shared goal).(Hemhill & Coon,1995). Kita dapat saja berbeda dari beberapa pandangan di atas dalam memaknai konsep pemimpin, namun ada yang berpendapat bahwa dari rumusan diatas secara umum, pemimpin adalah seseorang yang mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi individu dan/atau sekelompok orang lain untuk bekerja sama mencapai tujuan.

Pemimpin yang dibutuhkan saat ini adalah pemimpin yang memiliki  Gagasan “Belajar” dan pemimpin yang paham akan jati diri seorang pemimpin. Gagasan “Belajar” tercermin dari kemaun dan kemampuan membangun pembelajaran yang menumbuhkan sikap antusiasme peserta didik, guru, orang tua dan lingkungan. Pembelajaran dengan orientasi tujuan pasti yang memperhatikan proses pembelajaran. Pembelajaran “kolegialitas” yang menumbuhkan sikap menghargai dan persaudaraan. Serta pembelajaran yang mewujudkan lingkungan belajar (learning comunity) dengan kata lain belajar sebagai lingkungan pembelajaran bagi seluruh lingkungan. Pemimpin yang paham akan jati diri seorang pemimpin yaitu pemimpinan  yang memiliki Kemampuan adaptasi, fleksibel, Konsisten, Memiliki Tujuan, Kerjasama.

Yin Cheong Cheng (2009) berpendapat bahwa seorang pemimpin harus memiliki Multiple Thinking and Creativity in School Leadership diantaranya technological leadership, economic leadership, social leadership, political leadership,cultural leadership,Learning leadership. Kemampuan ini akan membuat sorang pemimimpin menjadi seorang yang multiple data, multiple information, multiple knowledge, multiple intellegence sehingga menjadikan pemimpin sebagai problem solver dan memiliki keyakinan dalam bekerja.

Pengembangan sekolah yang unggul/berkualiatas dan merata berorientasi pada Prestasi siswa, tingkat partisipasi, inklusi (kelompok yang sebelumnya kurang beruntung), kepuasan orangtua terhadap sekolah, kepuasan pengguna produk-produk dari sekolah, efektivitas biaya sekolah. Untuk mewujudkan hal itu diperlukan Strategic Management. Dalam konteks manajemen istilah strategik diartikan sebagai cara dan taktik utama yang dirancang secara sistematik dalam melaksanakan fungsi manajemen yang terarah pada tujuan strategik organisasi. Dalam strategik tersebut mencakup proses formulasi dan implementasi rencana dan kegiatan yang berhubungan dengan hal-hal vital, perpasif, dan berkesinambungan bagi suatu organisasi secara keseluruhan.

Penerapan prinsip manajemen strategi di dalam lembaga pendidikan adalah membantu lembaga pendidikan merumuskan strategi yang lebih tepat dengan menggunakan pendekatan sistematis, logis, dan rasional pada proses pemilihan strategi pengelolaan pendidikan di era global yang terus mengalami perubahan STRATEGY adalah kunci dalam Strategic Management.  process dalam arti pilihan cara yang tepat dan benar serta bermanfaat bagi semua. Merumuskan strategy  mencakup  tingkat organisasi secara keseluruhan, tingkat bagian dan sub bagian. Strategy ditentutkan oleh besarnya dan kompleksitasnya organisasi.

Kriteria untuk pilihan strategi adalah: sesuai dan konsisten dengan tujuan, cost effective, Jelas tidak multi tafsir, Strategik, Berharga, feasible, Future oriented. Dalam Proses penyusunan Strategi terdiri dari tahapan : Pembuatan keputusan  Strategik dapat dikembangkan dari 4 pertanyaan mendasar: Di mana kita sekarang?, Ke mana kita akan pergi?, Bagaimana kita mencapainya?, Bagaimana caranya kita tahu bahwa kita sudah sampai?. Pemilihan strategik yang tepat dalam Manajemen strategik semakin penting arti dan manfaatnya, mengingat bahwa lingkungan organisasi-organisasi mengalami perubahan yang semakin cepat dan kompleks.

Selama ini sebagian  Kepala sekolah dan pelaku kebijakan pendidikan lebih memfokuskan melengkapi fasilitas sekolah sebaik mungkin sebagai salah satu upaya untuk memajukan sekolah dibandingkan dengan merencanakan dan melakukan strategi jitu. Dengan lahirnya pemimpin pendidikan dan tidak keliru dalam menentukan strategi akan mencapai PERCEPAT PENDIDIKAN YANG MERATA DAN BERKUALITAS. Selamat Hari Pendidikan Nasional tahun 2017.