Beranda PURWAKARTA Perbaikan SDN 3 Bojong, Tinggal Menunggu SK

Perbaikan SDN 3 Bojong, Tinggal Menunggu SK

55
0

PURWAKARTA – Kondisi ruang kelas SDN 3 Bojong di Kampung Cinangka, Desa Sindangpanon, Kecamatan Bojong Kabupaten Purwakarta, rusak parah dan beresiko ancam keselamatan siswa didik.

Kepala SDN 3 Sindangpanon, Cecep Sukarna kepada awak media mengatakan, sebanyak 5 ruangan untuk siswa kelas 1, 2 dan 3 nampak rusak dengan kondisi atap plafon berlubang dan dengan waktu semakin hari semakin banyak material yang lapuk dan roboh dengan sendirinya.

“Bukan hanya plafon, dinding ruang kelas yang rusak. Tetapi meja dan kursi sarana belajar siswa juga mulai usang dimakan rayap. Kondisi ini jelas menggangu proses belajar mengajar sebab selain siswa didik, tenaga pendidik juga harus dalam kondisi waspada saat proses belajar dilakukan,” ujarnya.

Cecep menjelaskan, kondisi sekolah SDN 3 telah rusak lama, terakhir sekolah ini mendapat perhatian pembangunan tepatnya untuk ruang kelas 4, 5 dan 6 pernah direhab pada tahun 2014 lalu. sementara untuk kelas 1, 2 dan 3 belum pernah lagi diperbaikin sejak tahun 2001 silam.

“Bagaimanapun juga sekolah ini saksi hidup sebagai sekolah yang mencetak pejabat penting di Purwakarta, diantaranya Kang Deni Ahmad Khaedar mantan ketua KPU Purwakarta dan Kang Ramlan Maulana yang kini masih menjabat sebagai Ketua KPU Purwakarta. Namun, melahirkan orang penting ternyata tidak berpengaruh kepada kondisi sekolah,” cetusnya.

Diwawancara terpisah, Komite SDN 3 Sindangpanon, Zaenal Arifin menuturkan bahwa setiap tahun dari Dinas pendidikan kerap menengok sekolah ini, mengambil foto-foto kelas yang rusak dan mencatat apa saja kebutuhan rehab sekolah ini namun hingga hari ini bantuan dana untuk rehab sekolah tidak pernah turun.

“Padahal kami, Komite dan pihak sekolah sudah mengajukan ke Dinas Pendidikan, namun sampai saat ini belum ada tanggapan apapun,” tegasnya.

Dihubungi melalui pesan Mesengger, ditanya perihal kondisi sekolah SDN 3 Sindang Panon Kepala Dinas Pendidikan Purwakarta, Purwanto menegaskan, pihaknya telah mendata dan mengajukan anggaran untuk perbaikan sekolah tersebut dan akan dikerjakan pembangunannya tahun 2018 ini.

“Semua ruang kelas yang rusak akan kita perbaiki tahun ini. Selain itu, akan juga dibangun ruang tambahan untuk ruang perpustakaan. Dan untuk Nilai anggaran pembangunan sekolah tersebut, kami masih menunggu SK (Surat Keputusan) dari pusat.” Jelas Purwanto.

Sementara, untuk pelaksanaan pengerjaan yang dipastikan akan dikerjakan pada tahun 2018 ini, Dinas Pendidikan Purwakarta memastikan jika pelaksanaan pengerjaan sekolag tersebut bersifat swakelola.

“Dananya sudah ada dan tinggal tunggu SK dari pusat saja untuk pencairannya, lalu untuk pekerjaannya sifatnya swakelola oleh pihal sekolah,” pungkasnya.(mas/ded)