Beranda KARAWANG Pengunjuk Rasa Saling Dorong dengan Polisi

Pengunjuk Rasa Saling Dorong dengan Polisi

33
0

KARAWANG– Puluhan pengunjuk rasa yang tidak puas terhadap statment salah satu tim kampanye yang menjelekan kandidat lain, terpaksa harus berurusan dengan tim huru-hara Polres Karawang. Pasalnya, para pengunjuk rasa itu terlihat beringas untuk membubarkan kampanye terbuka yang digelar di lapang Karang Pawitan.

Hal itu merupakan salah satu adegan simulasi pengamanan Pilgub Jawa Barat, yang digelar oleh Polres Karawang, Selasa (13/2). Dalam simulasi itu, tim sukses pasangan calon X menggelar kampanye terbuka, namun tim kampanye pasangan X menjelek-jelekan pasangan calon Y dalam orasinya.

Tak terima akan hal itu, puluhan tim pendukungan pasangan calon Y mendatangi kampanye terbuka itu untuk membubarkannya. Namun, sebelum sampai dilokasi puluhan tim pendukung pasangan calon Y dihadang oleh puluhan polisi wanita (Polwan) yang meminta bermediasi dengan massa aksi tersebut. Tak berhasil bernegosiasi, pasukan Polwan itu ditarik mundur digantikan pasukan Dalmas awal yang membawa garis polisi, tapi aksi massa dari pasangan calon Y tetap semakin beringas untuk membubarkan kampanye terbuka tersebut.

Bahkan, sempat terjadi saling dorong antara aksi massa dengan pihak kepolisian. Tidak hanya itu, para pendukung pasangan calon Y melakukan pelemparan kepada pasukan Dalmas Polres Karawang. Suasana semakin rusuh karena lemparan itu, akhirnya pasukan Dalmas pertama ditarik mundur dan digantikan pasukan Dalmas bertameng untuk membubarkan aksi massa tersebut. Saling dorong kembali tak terhindarkan antara aksi massa dan kepolisian.

Selanjutnya, mobil water canon dikeluarkan Polres Karawang untuk bisa meradam amarah para pendukung calon Y tersebut. Aksi massa akhirnya tercerai berai, namun tetap merangsak menyerang petugas. Bahkan ketika pasukan barakuda juga tak bisa menggetarkan aksi massa yang masih merasa berang itu. Sampai akhirnya, tim kepolisian Asmahulhusna diterjunkan dengan membacakan sholawat dan akhirnya aksi massa itu membubarkan diri.

“Simulasi pengamanan itu dilakukan guna menyiapkan personil ketika terjadi potensi-potensi kerusuhan yang akan terjadi. Hal itu juga agar personil kepolisian tidak kaget menghadapi potensi kerusuhan dalam Pilgub Jabar,” ujar Kapolres Karawang, AKBP Hendy F Kurniawan usai menggelar apel Pengamanan Pilgub Jawa Barat, Selasa (13/2) di Lapang Karang Pawitan.

Menurutnya, kesiapan itu bukan hanya secara teori saja tapi juga secara praktek dipersiapkan menghadapi kejadian kontinjensi. Kepolisian tidak sendiri dalam melakukan pengamanan Pilgub Jabar ini, sebab pihaknya mengamankan bersama TNI, Pemkab Karawang, dan mitra kepolisian serta melibatkan pelajar juga. “Ini merupakan bentuk kesiapan kita, untuk melakukan pengamanan pelaksanaan tahapan Pilgub Jabar,” katanya.

Dikatakan, pihaknya menyiapkan 1200 personil dalam pengamanan Pilgub Jabar ini dari semua stikholder yang ada di Karawang. “Untuk titik rawan kita pusatkan di dalam kota Karawang. dan seluruh personil sudah siap untuk mengawal semua tahapan yang sudah ditetapkan oleh KPU,” katanya. (use/tra)